stat counter Bom Bunuh Diri Tewaskan 41 Orang | Aceh Online Magazine

Bom Bunuh Diri Tewaskan 41 Orang

JENAZAH korban bergelimpangan di kompleks terminal setelah dua ledakan yang disertai tembakan menyerang Bandara Ataturk di Istanbul Turki, Selasa (28/6).

JENAZAH korban bergelimpangan di kompleks terminal setelah dua ledakan yang disertai tembakan menyerang Bandara Ataturk di Istanbul Turki, Selasa (28/6).

ATJEHCYBER.com – Putra Aceh, Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, melaporkan dari Jakarta

SAYA sedang berada di Jakarta saat bom bunuh diri mengguncang Bandar Udara (Bandara) Attarturk Istanbul, Selasa (28/6) malam. Tapi langsung saya hubungi teman-teman di Turki untuk update informasi.

Saya mendapat laporan bahwa kondisi Bandara Attarturk kini sudah normal pascabom bunuh diri itu. Laporan terbaru yang saya terima pada pukul 12.55 WIB Rabu (29/6) dari teman-teman pengurus PPI Turki bahwa korban meninggal dalam insiden ini sudah mencapai 41 orang, sedangkan yang terluka sedikitnya 239 orang.

Metro bawah tanah (subway) dan kendaraan umum maupun taksi sudah normal kembali sejak subuh tadi (waktu Istanbul) sekitar 7-8 jam pascainsiden. Suasana di Kota Istanbul pun dilaporkan sudah normal, meski di sana-sini jumlah aparat keamanan terlihat lebih banyak berjaga-jaga dalam posisi menyebar.

Cuma, ada dua pelajar Indonesia asal Aceh di Turki kemarin yang terjebak di jalanan, tepatnya di Stasiun Yeni Bosna, saat menuju Bandara Attarturk karena ada serangan bom, sehingga penerbangan mereka terpaksa ditunda dan dijadwal ulang (reschedule).

Mereka seharusnya berangkat pukul 02.00 tanggal 29 Juni, tapi ditunda ke pukul 17.40 dari Istanbul menuju Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Tapi tiket KL mereka ke-BTJ (Banda Aceh) otomatis hangus. Masing-masing atas nama Erfan Ramadhani, kode booking: IDY79P, tujuan KL to Banda Aceh pada 30 Juni 2016 dan Fajrul Hikmah, kode booking: NIVJVQ, tujuan KL to Banda Aceh juga pada 30 Juni 2016.

Fajrul Hikmah merupakan mahasiswa S1 di Kampus THK Ankara. Erfan Ramadhani juga kuliah di Ankara. Keduanya mahasiswa jurusan bahasa Inggris. Erfan malah baru lulus dan datang ke Turki pada 23 Juni lalu untuk mengambil ijazah. Begitu keterangan kedua mahasiswa ini kepada saya via telepon kemarin.

Baca juga:  Ketahuan Berkencan, Gadis India Tewas Dirajam Ayah dan Kakaknya

Sehubungan dengan hangusnya tiket pesawat KL-BTJ kedua mahasiswa asal Aceh itu, ada teman dari Turki mengirimi saya pesan pendek seperti ini: Bila memungkinkan dibantu, mohon dibantulah adik-adik itu, khususnya tiket dari KL ke BTJ. Terima kasih.

Kabar terbaru yang saya terima, dua pelajar asal Aceh yang sempat tertahan di Stasiun Yeni Bosna, Selasa malam, sekarang sedang berada di Bandara Attaturk. Keduanya mengantre tiket untuk reschedhule pesawat Turkish Airlines. Seharusnya, pesawat mereka terbang pukul 02.00 AM tanggal 29 Juni.

Di bandara mereka juga bertemu dengan seorang WNI yang bekerja di Jerman. Pas kejadian, WNI itu sedang transit di Istanbul menuju Indonesia dan bertahan beberapa jam dalam pesawat. Tapi sekarang keadaan sudah normal kembali.

Perlu saya informasikan bahwa di antara korban yang tewas maupun yang luka itu tidak ada pelajar/mahasiswa Indonesia. Saat ini ada sekitar 800 pelajar Indonesia di Turki dari berbagai jenjang pendidikan. Tersebar di lebih 20 kota. Saat berlangsung pemilihan Ketua PPI Turki pada Februari lalu, hampir 500 pelajar menggunakan hak pilihnya.

Sekarang ini di Turki ada 10 pengurus wilayah PPI di sepuluh kota. Tapi pelajar terbanyak berada di Istanbul dan Ankara. PPI Turki adalah rumah besar pelajar Indonesia. Spirit pendiriannya harus menjadi energi bagi anak muda Indonesia bersatu dan berkontribusi untuk bangsa.

Selain itu, PPI Turki periode ini akan siap bekerja sama dengan berbagai kalangan demi kepentingan pelajar Indonesia. Termasuk bersinergi dengan program pemerintah, MPR, atau lembaga terkait, terutama dalam membendung paham radikalisme dan terorisme di kalangan pelajar Indonesia, hal yang juga sangat ditakuti rakyat Turki. Ketakutan dan kekhawatiran itu kini terbukti dengan adanya bom bunuh diri di Bandara Attaturk.

Baca juga:  Jet Tempur Tornado Inggris Ikut Serang Militan ISIS

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com