stat counter ISIS Makin Terjepit | Aceh Online Magazine

ISIS Makin Terjepit

SEORANG ibu melemparkan bayinya melalui pagar kawat berduri saat berusaha lari dari Kota Mosul ke kawasan Khazir, antara Arbil dan Mosul yang telah berhasil dikuasai tentara Irak, Sabtu (5/11).

SEORANG ibu melemparkan bayinya melalui pagar kawat berduri saat berusaha lari dari Kota Mosul ke kawasan Khazir, antara Arbil dan Mosul yang telah berhasil dikuasai tentara Irak, Sabtu (5/11).

ATJEHCYBER.com – Kelompok militan Negara Islam atau ISIS makin terjepit, seusai tentara Irak didukung pasukan khusus berhasil memasuki jantung Kota Mosul, Sabtu (5/11). Pertempuran sengit langsung pecah di jalanan kota, antara militan dengan tentara dan polisi yang menyerang dari empat penjuru.

Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdidi yang memproklamirkan berdirinya negara khalifah di Mosul dua tahun lalu makin terancam. “Pasukan kami sedang terlibat pertempuran sengit di Mosul timur,” kata juru bicara pasukan anti-teroris (CTS) Sabah al-Noman.

Dia menyatakan pertempuran berlangsung dari rumah ke rumah, bahkan pasukan khusus Irak menyisir seluruh bangunan di timur Mosul untuk mencari kemungkinan adanya militan ISIS bersembunyi. Bartalla, sebuah kota di timur telah dijadikan sebagai markas menyerang Mosul, termasuk menempatkan armada tempur.

Tetapi, dalam pertempuran kemarin, mobil ambulans kembali dari Mosul untuk membawa pasukan khusus yang terluka. Pasukan khusus melakukan serangan ke jalan-jalan Mosul pada Jumat, tetapi dihadang ranjau dan tembakan, sehingga terpaksa mundur.

“Mereka telah memblokir semua jalan, ada sejumlah besar jihadis … sehingga lebih baik mundur dan menyusun rencana baru,” kata salah seorang anggota pasukan khusus. Diperkirakan, masih terdapat sekitar 3.000 sampai 5.000 jihadis di Mosul untuk melawan tentara seusai pesan dari pemimpin mereka agar tidak mundur.

Polisi federal melakukan serangan ke selatan, Hamam al-Alil yang berada antara Qayyarah dan Mosul. “Tentara dan polisi federal menyerang Hamam al-Alil dari tiga sisi dengan dukungan koalisi pimpinan AS,” kata Letnan Jenderal Abdulamir Yarallah dalam sebuah pernyataan yang dirilis Joint Operations Command.

Pasukan Irak terus mendekati Mosul untuk menduduki kota kecil terakhir yang menjadi batas dengan basis pertahanan ISIS di utara yang sudah diobrak-obrik oleh pasukan khusus yang berperang di distrik-distrik bagian timur Mosul.

Serangan ke Hammam al-Alil, sekitar 15 km selatan Mosul, menyasar pasukan ISIS berkekuatan sekitar 70 orang yang berada di dalam kota di tepi Sungai Tigris itu, kata Panglima Operasi Mosul Mayjen Najm al-Jabouri seperti dikutip Reuters.

Jabouri mengatakan serangan itu dimulai pukul 10 pagi waktu setempat (14.00 WIB). Beberapa militan ISIS berusaha melarikan diri dengan menyeberangi sungai, sedangkan yang lainnya gigih melawan. Pasukan Irak berulang kali menggagalkan rangkaian serangan mobil bom bunuh diri.

“Pertempuran di sini sangat penting, ini adalah kota terakhir bagi kami sebelum Mosul,” kata Jabouri kepada wartawan. Helikopter-helikopter Irak menyiapkan bala bantuan dari udara untuk pasukan di darat.

Pasukan keamanan Irak juga memasang dan mengerek bendera Irak di sebuah gedung pemerintahan di Hammam al-Alil, namun belum jelas apakah telah menguasai sepenuhnya kota kecil ini. Pasukan Irak berusaha menekan dari front selatan untuk merebut Mosul seusai timur dengan merebut enam distrik.

Kemudian, menjadi batu pijakan untuk merebut Mosul yang menjadi benteng pertahanan terakhir ISIS di Irak. Merebut kembali Mosul akan secara efektif menghancurkan khilafah. Tetapi ISIS masih menguasai sebagian besar Suriah timur yang juga ditetapkan negara khalifah.

Tentara Irak telah berhasil mengusir seluruh militan ISIS di timur Mosul sehari sebelumnya, Jumat (4/11) dan Sabtu (5/11) menyisir rumah. Tetapi, pada Sabtu (5/11) pagi, pertempuran sengit pecah, dimana kedua belah pihak melepaskan tembakan mortir dan senjata otomatis dari posisi masing-masing.

Pasukan Irak juga menanggapi dengan melepaskan artileri dan bentrokan paling parah terjadi di lingkungan al-Bakr, dimana penembak jitu dari kedua belah yang mengambil posisi di atap bangunan dua lantai saling melepaskan tembakan.

ISIS masih bertahan di Mosul dan kami harus sangat berhati-hati saat bergerak menuju pusat kota yang telah ditanam bom,” kata Mayjen Sami al-Aridi, Wakil Komandan Pasukan Khusus Irak. Dia menjelaskan dengan lingkungan yang lebih padat, pasukannya akan ditantang untuk menghindari jatuhnya korban sipil yang telah dijadikan perisai manusia oleh ISIS.

Saat ia berbicara, puluhan warga sipil di Distrik Tahrir dan Zahara keluar dari rumah mereka, beberapa dari mereka membawa bendera putih, menuju pasukan untuk dievakuasi dari area medan perang.

Sami menyatakan pihaknya melancarkan serangan dari dua arah ke pusat kota Mosul, Jumat (4/11), sehingga terjadi pertempuran sengit, sedikitnya tujuh pasukan khusus tewas.

Disebutkan, lebih dari 3.000 tentara Irak mengambil bagian dalam operasi pembebasan Mosul dari ISIS yang juga didukung koalisi pimpinan AS, baik dari udara maupun darat.

Operasi merebut kembali Mosul diharapkan berjalan selama beberapa pekan lagi, apalagi pertempuran pindah dari rumah ke rumah untuk menghindari jebakan militan ISIS. Irak telah berulang kali memilih operasi lebih lambat dalam upaya meminimalkan korban, terutama di Mosul, tempat sekitar 1,5 juta warga sipil masih bertahan.

Militan ISIS juga telah menjadikan ribuan warga sebagai perisai manusia, sementara ratusan lainnya telah melarikan diri ke wilayah yang dikuasai pemerintah dan ribuan lainnya menuju barat Suriah. Mosul menjadi kubu utama terakhir ISIS di Irak dan akan menjadi pukulan besar bagi kelangsungan “khalifah” gadungan yang juga membentang di Suriah.

Siapkan Jebakan
Gambar satelit baru memperlihatkan militan ISIS di Mosul sedang mempersiapkan pertahanan menakutkan yang dirancang untuk menjebak pasukan Irak, ketika masuk kota. Foto diambil Senin (31/10) dan dipublikasikan Sabtu (5/11) oleh perusahaan intelijen swasta Stratfor berbasis di Texas, AS.

Dilaporkan, barisan beton, galian tanggul dan puing-puing bangunan dijadikan sebagai penghalang tentara masuk ke tengah Kota MOsul. Militan juga telah membersihkan bangunan di sekitar bandara Mosul dan bekas pangkalan militer, di tepi barat Sungai Tigris yang telah diratakan.

Kelompok ini mungkin melakukannya untuk memberi ruang terbuka untuk menembak pasukan dari jauh, menurut Stratfor. Perusahaan intelijen mengatakan pertahanan ini “akan menimbulkan tantangan taktis untuk pasukan Irak karena mereka membuat jalan pertahanan menuju pusat Mosul.

Sementara itu, beberapa kemajuan sedang dilaksanakan di selatan, tetapi pada Sabtu (5/11), pasukan Irak diserang oleh ISISdi Hamam al-Alil, yang terletak di sepanjang sungai Tigris sekitar 15 kilometer selatan Mosul. Saluran televisi Kurdi, Rudaw melaporkan pasukan Irak bersama kendaraan lapis baja berkumpul di luar kota dan saat bersamaan, heli tempur AS, Apache melepaskan roket ke pusat kota Mosul.

Letnan Kolonel Hussein Ali dari Angkatan Darat Irak divisi 15, kemarin menyatakan saat pasukan mendekati Hamam al-Alil, militan ISIS melakukan perlawanan. Tetapi, dia memperkirakan, kawasan itu akan berhasil direbut kembali dalam satu atau dua hari mendatang.

Sementara itu, puluhan truk mengangkut sekitar 1.600 warga sipil untuk dipaksa pindah dari Hamam al-Alil ke Tal Afar, Irakawal pekan ini, kemudian dibawa ke Suriah untuk kemungkinan digunakan sebagai perisai manusia, kata Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Jumat (4/11). Ditambahkan, sekitar 150 kepala keluarga dipindahkan ke Mosul, juga sebagai perisai manusia.(afp/muh)