stat counter Polisi Menggrebek Desa dan Hentikan Perkawinan Bocah | Aceh Online Magazine

Polisi Menggrebek Desa dan Hentikan Perkawinan Bocah

Perkawinan anak merupakan hal biasa di Pakistan baik di kalangan Islam maupun minoritas Hindu, kendati ilegal. BBC

Perkawinan anak merupakan hal biasa di Pakistan baik di kalangan Islam maupun minoritas Hindu, kendati ilegal. BBC

ATJEHCYBER.com – Polisi Pakistan mengatakan telah menghentikan pernikahan seorang gadis 10 tahun dengan seorang bocah lelaki 14 tahun yang dilangsungkan untuk mengakhiri sengketa dua keluarga.

Pernikahan itu diperintahkan oleh tetua adat setempat setelah kakak gadis kecil itu dituduh teleh membunuh istrinya.

Pernikahan “vani,” yakni seorang perempuan diperintahkan menikahi seseorang sebagai cara menyelesaikan kasus kriminal yang dilakukan saudaranya, adalah hal yang ilegal tetapi umum terjadi di Pakistan.

Pernikahan vani ini sedianya berlangsung di distrik Rahimyar Khan, Punjab, Jumat (4/3), namun diurungkan setelah polisimenggrebek desa itu.

Menurut polisi, empat orang tetua adat sudah ditahan, dan dua puluh tersangka lain masih diburu kata Chaudhry Yasin, seorang petugas polisi, kepada BBC.

Pembunuhan demi martabat

Kakak bocah prempuan itu dituduh telah membunuh isterinya yang ditudingnya telah melakukan selingkuh.

Ia sudah ditangkap dan mendekam di penjara.

Penyusul penahanannya, dewan tetua desa, Panchayat, diminta menyelesaikan sengketa dua keluarga itu, dan mengeluarkan keputusan itu.

Kedua keluarga merupakan anggota minoritas Hindu di Pakistan.

Dalam hukum Pakistan, sanak keluarga korban memiliki hak untuk mengampuni pelaku sebagai imbalan ‘uang darah’ atau kesepakatan kompromi lain.

Pembunuhan demi martabat dan pernikahan vani masih marak, dan keluarga miskin atau dari kelas bawah biasanya diproses secara hukum.

Januari lalu, rancangan undang-undang untuk menaikkan usia perkawinan dari 16 ke 18 tahun ditarik lagi setelah Dewan Ideologi Islam mmenyebut RUU itu ‘tidak islami.’

Di Indonesia, Mahkamah Konstitusi juga menolak menaikkan batas usia legal perkawinan.(Harian Serambi Indonesia)

You must be logged in to post a comment Login