stat counter Ayah ini Wariskan 72 Janda Kepada Anak Laki-lakinya | Aceh Online Magazine

Ayah ini Wariskan 72 Janda Kepada Anak Laki-lakinya

janda

AtjehCyber.com – Siapa yang tak bahagia saat menerima warisan dari Ayah, terlebih bila warisan yang diberikan tersebut berupa harta kekayaan. Namun bagaimana ketika yang diwariskan sang ayah adalah istrinya? Dan ternyata hal tersebut memang benar terjadi, bahkan uniknya istri atau wanita yang diwariskan berjumlah 72 orang.

Seperti dilansir dari mirror.co.uk, kisah menghebohkan tersebut terjadi pada  seorang pria di Kamerun. Pria yang sering disebut sebagai Fon Abumbi II ini dikatakan baru saja mendapatkan warisan istri dari sang ayah yang jumlahnya 72 orang. Dan setelah mendapat wrisan tersebut, saat ini Abumbi II telah memiliki istri kurang lebih 100 orang. Namun sang ayah bukan hanya mewariskan istri, Abumbi II juga mendapat warisan 500 orang anak dari sang ayah.

Hal itu bisa terjadi, karena menurut kepercayaan di kerajaan Abumbi, jika seorang ayah telah meninggal dunia. Sang anak akan mendapatkan warisan janda dari sang ayah. Oleh karena itu, sang anak diharuskan menikahi semua janda milik sang ayah. Walau punya banyak istri dan banyak anak, Raja Abumbi II ini mengaku bahwa ia bahagia dan nyaman dengan kehidupnya.

“Di balik pria yang sukses, akan ada wanita atau istri yang jauh lebih sukses. Menurut tradisi kami, istri tua diwariskan kepada sang anak. Ini sekaligus menunjukkan dan mengajarkan bahwa anak tersebut tak lagi menjadi pangeran melainkan ia telah menjadi seorang raja di sini.” Kta Rati Constance yang merupakan  istri ketiga Fon Abumbi II.

Fon Abumbi II sendiri memiliki istana bernama Ntoh di kota Bafut, Kamerun. Dan kini  Istananya menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Para penduduk disana masih mempertahankan tradisi nenek moyangnya demi  istana mereka tidak punah. Terlebih istana milik Abumbi II ini menjadi 1 dari 100 situs yang terancam punah oleh World Monuments Fund pada tahun 2006 silam.

“Selama masa penjajahan dan masuknya nilai-nilai lain, perbedaan nilai tradisional kami dengan nilai-nilai baru yang masuk sering kali menimbulkan konflik. Agar hal ini tidak semakin parah, peran saya adalah menyatukan keduanya. Kami mempertahankan tradisi lama, tapi tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk membuka diri menerima tradisi baru atau modern. ” Ujar Abumbi II.

Tidak berlebihan saat Abumbi II menyebut dirinya sebagai raja yang modern, krena saat dia mampu membuat semua istri dan anaknya rukun, pastilah dia mampu memimpin masyrakatnya. Nah Bagaimana pendapat Anda?(mrseru.com)

You must be logged in to post a comment Login