stat counter 11 Peristiwa Langka yang Pernah Terjadi di Aceh | Aceh Online Magazine

11 Peristiwa Langka yang Pernah Terjadi di Aceh

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Abdullah Saleh mengalungkan bendera Bintang Bulan ke leher Sekretaris Dewan DPRA, Hamid Zein di halaman Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (4/5). Abdullah Saleh geram karena Hamid Zein meminta agar bendera tersebut tidak dinaikkan di halaman DPRA. SERAMBI/M ANSHAR

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ( DPRA), Abdullah Saleh mengalungkan bendera Bintang Bulan ke leher Sekretaris Dewan DPRA, Hamid Zein di halaman Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (4/5). Abdullah Saleh geram karena Hamid Zein meminta agar bendera tersebut tidak dinaikkan di halaman DPRA. SERAMBI/M ANSHAR

Atjehcyber.com – Banyak peristiwa menarik dan langka yang terekam media di Aceh pasca perdamaian, MoU Helsinki 2005. Kejadian-kejadian itu adalah dinamika kekinian negeri Serambi Mekkah.

Kadang kita mengerutkan kening, tak percaya peristiwa itu terjadi di tanoh aulia ini. Tetapi, itu fakta adanya. Serambinews.commerangkum kembali beberapa peristiwa tersebut, agar pembaca tidak lupa bahwa di negeri ini ada saja hal-hal unik yang menjadi catatan sejarah.

Berikut beberapa fakta yang kembali disajikan;

1. Petugas WH Mesum

Kamis, 19 April 2007, Banda Aceh dihebohkan dengan aksi penggrebekan petugas Wilayatul Hisbah (WH) yang kedapati berbuat mesum di sebuah MCK Desa Ie Masem, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Anggota WH tersebut, Rai (33), ditangkap prajurit TNI dari Deninteldam IM/Laksus karena diduga berbuat mesum dengan seorang gadis Mah (17), pada Kamis (19/4/2007) pukul 01.30 WIB.

Mereka akhirnya dinikahkan dalam sebuah proses sederhana di meunasah setempat yang turut disaksikan sejumlah warga.

2. Khatib Jumat Dipukuli Jamaah

Peristiwa langka ini mengundang kecaman dari banyak elemen masyarakat di Aceh. Hingga satu bulan lamanya, isu ini terus diperbincangkan warga.

Jumat, 9 September 2011, Tgk Saiful Mila, khatib shalat Jumat di Masjid Raya Ji Jiem, Kecamatan Keumala, Pidie, dipukuli sejumlah jamaah. Saat itu dia sedang memberikan khutbah.

Diduga pelaku merasa tersinggung dengan isi khutbah Tgk Saiful Mila yang saat itu menyinggung masalah silaturrahim dan politik.

Akibat pemukulan ini, korban mengeluh sakit di bagian pelipis kanan serta luka memar dibagian wajah. Sementara proses shalat jum’at langsung dilanjutkan oleh khatib pengganti.

3. Warga Ambil Paksa Mimbar Jumat

Di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Jumat 5April 2013, massa yang berjumlah sekitar 20 orang mengambil paksa mimbar Masjid Jama’athul Thullab.

Meski sempat terjadi keributan, proses khutbah Jumat tetap terlaksana. Khatib terpaksa menggunakan kursi plastik sebagai pengganti mimbar.

4. Mantan Gubernur Irwandi Dipukul

SENIN, 26 Juni 2012, Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dipukul massa yang menghadiri pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh terpilih–Zaini Abdullah-Muzakir Manaf– periode 2012- 2017 di gedung DPR Aceh.

Kehadiran Irwandi saat itu juga diteriaki massa yang ada di halaman gedung dewan tersebut. Mereka mengeluarkan kata-kata umpatan kepada Irwandi Yusuf.

5. HBU Mesum, tidak Di cambuk

Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh, kembali menangkap pasangan nonmuhrin, di salon Ta di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Senin (5/11/2012).

Pasangan yang tertangkap dalam satu kamar tersebut berinisial BU (54), warga Kuta Alam, dan LS (23), pekerja di Salon Ta. HBU adalah sosok terkenal di Banda Aceh. BU yang kemudian diketahui adalah HBU, bukan warga biasa. Ia dikenal sebagai mantan pejabat di Kota Banda Aceh.

Peristiwa ini mengundang kecaman warga, karena hingga saat ini tidak dilakukan hukuman cambuk pada pelanggaran tersebut.

Kasus ini juga berujung pada perseteruan BU dengan pemilik Tabloid Modus di Aceh. Bahkan pada salah satu persidangan, peristiwa unik juga terjadi.

6. 1 Juta Per KK

JANJI kampanye 1 juta per KK cukup fenomenal di Aceh. Selain itu, ada naik haji gratis pakai kapal laut. Janji kampanye itu terekam kuat di memori warga Aceh yang mengelu-elukan pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf di Pilkada 24 Desember 2011.

Meski belakangan, janji itu kemudian disebutkan akan dalam bentuk program di masyarakat, tetapi janji itu justru membuat kreatif para pengusaha clothing di Aceh. Kaos 1 Juta/KK dan beragam variannya, termasuk “naik haji gratis”, adalah kaos terlaris sepanjang 2013-2014.

Hingga saat ini, janji tersebu memang belum terealisir dan hilang bersama munculnya beragam peristiwa politik lainnya di Aceh.

7. Jahanam Aceh!

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang juga ketua koalisi Merah Putih Aceh pada Piplres 2015 mengatakan optimis calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Hatta akan unggul di Aceh.

Dia berharap pasangan nomor urut satu itu bisa menuntaskan implementasi MoU Helsinki dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Aceh. Namun, jika pasangan merah putih kalah, maka Aceh itu Jahannam, menurutnya.

Kata-kata itu terucap saat sejumlah wartawan bertanya, bagaimana jika pasangan Jokowi-JK menang? “Jika menang Jokowi-JK, jahanam Aceh,” ungkapnya menjawab wartawan tanpa menjelaskan maksud dari kata jahanam.

8. Giok 20 Ton

Demam batu giok termasuk isu yang cukup  bertahan lama dalam pemberitaan media, banyak peristiwa menarik dari penomena kemunculan batu di Aceh ini.

Selain menghidupkan sektor ekonomi, keberadaan batu ini juga menimbulkan gesekan di masyarakat. Seperti batu giok seberat 20 ton yang ditemukan di Kabupaten Nagan Raya.

Museum giok juga dibuka di Aceh, sehingga primadona Aceh ini terus terkenal secara nasional dan ke mancanegara.

9. Bendera Aceh di Leher Hamid Zein

Ketegangan terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ( DPRA), saat Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh mencoba memberikan bendera Bulan Bintang kepada sekwan DPRA, Hamid Zain, Senin (4/5/2015).

Hamid Zain menolak, sementara Abdullah Saleh memaksa dengan mencoba mengikat bendera itu ke leher Hamid Zain.

Namun, Hamid Zein menghindar dan lari dari kerumunan massa. Kegaduhan sempat terjadi, Abdullah Saleh mengejar Hamid Zein sambil berteriak-teriak.

10. Heboh! Agama Darni Daud Tertulis Protestan

KAMIS, 28 Mei 2015, Mantan Rektor Unsyiah, Darni M Daud kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.

Berita yang dimuat Serambinews.com, terkait amar putusan MA yang mencantumkan status Darni, sebagai penganut agama Kristen Protestan, juga mengundang debat para ahli hukum di tanah air.
Mantan Rektor Unysiah ini terbukti tak mampu mempertanggungjawabkan manajemen fee beasiswa sesuai jumlah uang pengganti itu dalam program beasiswa S1 Jalur Pengembangan Daerah (JPD) dan Calon Guru Daerah Terpencil (Cagurdacil) 2009-2010.

Ketika itu, Darni selaku Rektor Unsyiah menjadi penanggung jawab umum kedua program ini.

11. Din Minimi

Kemunculan sosok ini tidak terlepas dari proses reintegrasi pascadamai di Aceh. Din Minimi alis Nurdin bin Ismail yang namanya kemudian melejit sebagai ikon perlawanan kepada pemerintah Aceh saat ini, telah menjadi isu harian di masyarakat.

Bahkan Prof Yusny Saby dalam satu pernyataannya yang keras meminta aparat segera menangkap sosok ini yang dinilainya cukup menggangu perdamaian di Aceh.

Selang beberapa minggu setelah pernyataan Yusny Saby, polisi dan TNI melakukan pemburuan terhadap kelompok Din Minimi.

Upaya melunakan hati Din Minimi juga dilakukan berbagai komponen, bahkan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Achmad Daniel Chardin ke rumah Din Minimi di Desa Ladang Baroe, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Senin (01/06/2015) mendapat apresiasi banyak kalangan di Aceh.

Dalam kunjungan itu, Ibunda Din Minimi juga berkesempatan berbicara melalui saluran telepon. Percakapan antara Din Minimi dan ibunya beredar di Youtube, termasuk ajakan Danrem agar Din Minimi turun gunung. (ari)

Sumber : Harian Serambi Indonesia

You must be logged in to post a comment Login