stat counter Aceh Butuh Qanun Standar Harga Batu Giok | Aceh Online Magazine

Aceh Butuh Qanun Standar Harga Batu Giok

Iskandar Usman  Al- Farlaky, Ketua Badan Legislasi ( Banleg) DPR Aceh. (c) Ajnn

Iskandar Usman Al- Farlaky, Ketua Badan Legislasi ( Banleg) DPR Aceh. (c) Ajnn

Atjehcyber.com – Pemerintah Aceh perlu merancang Qanun yang mengatur tentang standarisasi harga jual batu Akik atau Giok AcehHal tersebut disampaikan Iskandar Usman  Al- Farlaky, Ketua Badan Legislasi ( Banleg) DPR Aceh, kepada AJNN diruangan  Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh pada pukul 15,00 wib.

Menurutnya, Batu akik atau Giok Aceh, merukapan isu hangat yang sering diperbincangkan selama ini dalam masyarakat, malah ada yang sudah di bawa keluar Aceh, namun pemerintah aceh belum ada aturan yang jelas untuk mengatur sumber daya alam tersebut, untuk itu kedepan ini perlu ada aturan yang jelah.

” Mengenai dengan itu Aceh belum ada aturan hukum yang jelas untuk mengatur standarisasi harga giok, kedepan pihak  DPRA, mencoba menbicarakan  hal ini untuk segera di atur,” Ungkap Iskandar.

Meskipun demikian, ia menyebutkan hal tersebut tidak serta merta dilakukan DPR Aceh, tampa melibatkan Biro Hukum pemerintahan, sebagai mitra kerja DPRA, dan ini akan di bahas dalam Prolega nantinya.

” Untuk membahas ini DPRA perlu duduk kembali dengan Banleg dan biro Hukum, membahas kembali apa sajaakan menjadi prioritas yang perlu di usulkan dengan segera, saya pribadi sangat mendukung penuh rancangan  qanun batu giok tersebut,” Sebut Iskandar.

Ditanya tentang, apakah dengan kehadiran Qanun tersebut akan mengekang perekonomian masyarakat,yang selama ini mengantungkan hidupnya pada hasil alam tersebut.

Menurut Iskandar, Dengan adanya Qanun tersebut akan memberi mamfaat kepada masyarakat, serta ketegasan standar harga batu Giok tersebut, ia memisalkan.

” Selama ini malah harga jual batu tersebut menjadi tidak menentu,  tapi jika sudah di atur nanti dalam Qanun, sudah ada kepastian harga” Sebut Iskandar.

Untuk mengatur semua itu kita perlu mengkoordinasi dengan Kabupaten Kota, serta akan melibatkan tim ahli, serta penambang baik itu di Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya.

” Sebelum naskah ini di rancang, dengar pendapat, serta masukan masukan dari masyarakat perlu dan penting. terutama dengan beberapa daerah yang sudah menjadi pusat perhatian dan pusat penghasil batu alam.” Tutup Iskandar.

 

You must be logged in to post a comment Login