Home Nanggroe Aceh Ditawari Gelar Pameran Batu Cincin di Malaysia

Aceh Ditawari Gelar Pameran Batu Cincin di Malaysia

293
0
SHARE

Dewan juri kontes batu cincin nasional yang diselenggarakan oleh GaPBA, menilai batu cincin dan liontin yang diperlombakan Minggu (8/3) di Lantai 3 Gedung Pasar Atjeh, Banda Aceh. SERAMBI/MISRAN ASRI
Dewan juri kontes batu cincin nasional yang diselenggarakan oleh GaPBA, menilai batu cincin dan liontin yang diperlombakan Minggu (8/3) di Lantai 3 Gedung Pasar Atjeh, Banda Aceh. SERAMBI/MISRAN ASRI

Atjehcyber.com – Aceh mendapat tawaran untuk menggelar pameran dan kontes batu cincin di Malaysia. Tawaran itu disampaikan Presiden Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (YPEIM), Dato’ H Abd Malek Awang Kechil, kepada

Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh, saat berkunjung ke lokasi pameran dan kontes batu nasional di Lantai III Pasar Atjeh, Banda Aceh, Minggu (8/3).

“Terhadap pameran dan kegiatan semacam ini saya cukup mengapresiasinya. Kalau menurut saya ini sangat menarik para wisatawan untuk melihatnya. Makanya saya menawarkan kalau mau, bisa melaksanakan kegiatan seperti ini di Malaysia,” kata Dato Abd Malek kepada Serambi.

Tetapi, dirinya meminta agar pameran lebih difokuskan kepada batu-batu cincin asal Aceh. Kalau pun ada batu dari provinsi lain, jumlahnya tidak terlalu banyak.

Di Malaysia sendiri, kegiatan pameran dan kontes batu cincin seingat dia belum pernah dilaksanakan. Kalau pun ada, hanya berupa gerai-gerai biasa yang rutin membuka usaha batu cincin, seperti batu permata dan diamond, bukan batu alam. “Saya memang bukan ahli dari segi batu. Tetapi saya sangat senang melihat kalau ada kegiatan-kegiatan semacam ini. Saya harapkan dari Aceh melalui GaPBA bisa menggelar kegiatan seperti ini di Malaysia. Saya juga datang kemari (Pasar Atjeh) setelah melihat spanduk besar yang dipajang begitu saya turun dari pesawat di Bandara Blangbintang tadi siang (kemarin). Saya setiap tahun datang ke Aceh untuk mengunjungi Yayasan Pembangunan Anak Yatim di Geucue,” demikian Dato’ Abd Malek.

Terkait tawaran itu, Ketua DPP GaPBA Nasrul Sufi SSos MM, mengatakan bahwa ini merupakan peluang besar untuk memperkenalkan batu Aceh kepada dunia. Karena itu, seusai pameran pihaknya berencana melakukan penjajakan ke Malaysia, sekaligus melakukan koordinasi. “Kami lihat ini sebuah apresiasi yang diberikan oleh orang luar ketika melihat keindahan batu-batu cincin dari Aceh,” sebutnya.

Sementara itu untuk pemeran dan kontes batu cincin kemarin, peserta ketegori batu jenis lavender mendominasi batu cincin dan paling banyak diikuti peserta, yang mencapai angka 278. Pada hari yang sama juga diperlombakan jenis cempaka madu yang diikuti 150 peserta, Sunkist 28 peserta, sulaiman 30, black jade 20, dan nephrite jade 25 peserta, serta solar madu (salmed) 95 peserta.

Senin (9/3) hari ini, kategori batu cincin yang akan diperlombakan adalah jenis idocrase berbagai kategori. Lalu disusul oleh jenis solar dan bio solar. Kemudian pada hari Selasa (10/3) untuk jenis bio solar dan neon. Sorenya dilanjutkan dengan rekapitulasi nilai oleh dewan juri dan malamnya selepas shalat Isya akan dilakukan pengumuman dan pembagian hadiah.

“Untuk juara umum akan memperoleh satu unit sepeda motor dan satu unitnya lagi doorprize untuk peserta pameran,” demikian Nasrul Sufi.