stat counter 'Asmara Subuh' di Pantai Ulee Lheue, Sepasang ABG Diciduk WH | Aceh Online Magazine

‘Asmara Subuh’ di Pantai Ulee Lheue, Sepasang ABG Diciduk WH

Ilustrasi

Ilustrasi

ATJEHCYBER.com – Dua remaja anak baru gede (ABG), RJ (17) warga Gampong Alue Dayah Teungoh dan gadis imut ID (17) warga Kuta Alam, Kamis (19/5) sekira pukul 06.30 WIB, diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Banda Aceh di Pantai Ulee Lheue.

Pemuda Gampong Uleelhue memergoki pasangan remaja itu sedang terlibat ‘asmara subuh’ di tepian pantai. Spontan keduanya ‘dibungkus’ dan diangkut oleh para pemuda ke Mapolsek Ulee Lheue.

Belakangan terungkap jika pasangan ABG itu diantar ke lokasi wisata pantai tersebut, saat jelang subuh. Tak diketahui darimana keduanya diangkut oleh pengantar.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi melalui Kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam, Evendi A Latif kepada ProHaba, Jumat (20/5) mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Polsek Ulee Lheue terkait peristiwa itu, dan menjemput keduanya untuk diamankan di Kantor WH Banda Aceh. “Keduanya melanggar Pasal 25 qanun no 6 tahun 2014 mengenai Ikhtilath (bermesraan), dengan ancaman maksimal 30 kali cambuk. Kami telah menginterogasi tersangka dan mendengar keterangan para saksi,” kata Evendi, seraya menyebut tersangka wanita, ID, sebelumnya juga pernah ditangkap karena berkeliaran tengah malam.

Selain itu katanya, seorang pria AF (24) yang ikut mengantarkan kedua ABG ke objek wisata itu juga turut dimintai keterangan. “Menurut AF, dia hanya mengantar mereka saja, dan tidak mengetahui apa yang dilakukan di lokasi itu. Kamis sore AF kami bebaskan,” tambahnya.

Tak bisa dihukum

Evendi menambahkan, kedua remaja belia itu sampai sore kemarin masih ditahan di kantor WH. Pihaknya telah memanggil keluarga mereka. “Baru orang tua pria RJ yang datang, dan sudah memperlihatkan kartu keluarga sebagai bukti RJ anak mereka. Sedangkan orang tua gadis ID belum tiba di kantor,” kata Evendi.

Menurut Evendi, kedua tersangka tidak bisa dijerat dengan pasal Qanun Jinayat karena masih berusia di bawah umur. “Hukuman bagi pelaku maksiat di bawah umur diatur dalam peraturan gubernur (pergub). Hingga saat ini pergub tersebut belum ada, maka dari itu kami hanya bisa membina keduanya,” tandasnya.(fit/Prohaba.co)