stat counter Baru Siap Melahirkan, USW tidak Ikut Dicambuk Bersama 17 Pelanggar Syariat Lainnya | Aceh Online Magazine

Baru Siap Melahirkan, USW Tidak Ikut Dicambuk Bersama 17 Pelanggar Syariat Lainnya

(c) SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR

(c) SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR

Atjehcyber.com – Prosesi cambuk dilaksanakan sebelum pelaksanaan salat Jumat (18/9/2015) disaksikan ratusan warga. Setidaknya ada sebanyak 17 warga di cambuk di depan Masjid Baitussalahin Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (18/9/2015).

Pejabat Polisi Syariat (Wilayatul Hisbah) Kota Banda Aceh Evendi A. Latif mengatakan mereka menjalani hukuman cambuk setelah adanya putusan hukum pelanggaran syariat Islam yang berlaku di Aceh. “Mereka melanggar hukum karena berjudi dan berbuat mesum,” ujarnya.

Menurut dia, para terhukum di hukum cambuk dengan empat sampai tujuh kali cambukan sesuai dengan putusan pengadilan. Sebagian telah dikurangi hukuman cambuknya karena telah dipotong masa tahanan.

Pelaku judi atau maisir yang di hukum cambuk berjumlah sepuluh orang, berinisial Kam, Mau, Syam, Chai, Ach, Irj, Syah, Mel, Ded dan Dar. Mereka terbukti melanggar Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir (Perjudian).

Sedangkan sisanya adalah empat pasang pelaku khalwat atau mesum yang di cambuk. Mereka adalah Rah berpasangan dengan Usw, Zul berpasangan dengan Lis, Rian berpasangan dengan Irm, dan Fah berpasangan dengan Yun. Mereka bersalah karena melanggar Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat (Mesum).

“Salah seorang pelaku (berinisial Usw) belum dieksekusi karena sakit baru selesai melahirkan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Husni Thamrin, yang ikut hadir saat eksekusi tersebut.

Pihaknya, kata Husni, siap melaksanakan apa pun aturan yang berlaku untuk penegakan hukum. “Kami berharap pemerintah terus melakukan sosialisasi terkait hukum syariat,” katanya.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyebutkan Pemerintah Kota Banda Aceh terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi tindakan pelanggaran hukum syariat di tengah-tengah masyarakat.

17 warga menjalani hukuman cambuk, yang dilaksanakan di halaman Masjid Baitusshalihin Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat (18/9/2015).

Mereka yang di cambuk terlibat kasus mesum (khalwat) dan judi (maisir).

Tiga diantaranya adalah wanita dan harus digotong petugas usai menjalani cambuk. Sementara itu, informasi yang diterima serambiontv, panitia menyiapkan hukuman cambuk bagi 18 pelanggar yang telah memiliki hukum tetap. Namun, hanya 17 yang kemudian dieksekusi, sementara satu lainnya sedang dalam proses persalinan di rumah sakit.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal dalam sambutannya mengatakan, uqubat hukum cambuk merupakan perintah Allah SWT. “Ini merupakan amanah dan kasih sayang Allah kepada para pelanggar,” ujarnya. Dia juga meminta agar masyarakat tidak mengucilkan para pelanggar tersebut.

You must be logged in to post a comment Login