stat counter Berbaur Sampai Malam, Tujuh Karyawan Koperasi Diusir | Aceh Online Magazine

Berbaur Sampai Malam, Tujuh Karyawan Koperasi Diusir

Atjehcyber.com – Tujuh karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madani/ Ika Cipta Persada, diusir dari Gelumpang Payong, Kecamatan Blang pidie, Aceh Barat Daya (Abdya). Aparatur gampong memberikan waktu paling lama 10 hari sejak Minggu (18/1) sore, kepada dua perempuan dan lima laki-laki tersebut, untuk meninggal gampong dimaksud.
Tindakan tegas itu diambil setelah puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Abdya menggerebek bangunan di Jalan Ramli Sa’adi di desa itu, pada Sabtu (17/1) malam. Bangunan dimaksud dijadikan lokasi operasional KSP Madani/Ika Cipta Persada. Selanjutnya, tujuh karyawan yang berbaur di kantor tersebut, diboyong ke Satpol PP dan WH Abdya.
Ketujuh karyawan tersebut yakni Lidya Siburian (22) asal Sumut dan Lidia Silvia (24) asal Aceh Tengah. Lima laki-laki yang juga diamankan pada malam itu yakni Rubentus (24), pimpinan unit koperasi, asal Sumut, Sarianto (22) asal Nias, Marbawi (23) asal Aceh Tenggara, Andrianto (19) asal Aceh Singkil, dan Yudi Darma (19) asal Abdya.
Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Muddasir, menjelaskan masyarakat setempat resah dengan perbuatan karyawan koperasi itu. Kabar dari warga, karyawan laki-laki dan perempuan berbaur sampai larut malam. Warga menduga keras, mereka melakukan khalwat. “Awalnya masyarakat mau bertindak sendiri. Tapi bisa kami atasi. Kemudian sejumlah personel Satpol PP dan WH mengamankan mereka pada Sabtu malam,” kata Muddasir kepada Prohaba, kemarin.
Kasi WH, Lin Supardi menambahkan, hasil pemeriksaan pihaknya, tujuh karyawan tersebut terbukti melanggar Qanun Nomor 11/2002 tentang Syariat Islam, dan pelanggaran Qanun Nomor 14/2003 tentang Khalwat. “Saat bekerja malam hari, ada karyawan laki-laki dan perempuan mengaku melakukan ‘colak-colek’. Bahkan pada malam tahun baru lalu, karyawan perempuan menginap di kantor di kawasan agak sepi di Geulumpang Payong itu,” ungkap Lin.
Kasi Perlindungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Said Muhajir, menyebutkan ada yang aneh pada KSP tersebut. Indikasinya, mereka mengaku punya dua nama, yaitu KSP Madani dan KSP Ika Cipta Persada. Tapi, mereka tidak menunjukkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Padahal, sudah menempati sebuah bangunan di Jalan Ramli Sa’adi sejak enam bulan lalu.
Mereka hanya memperlihatkan izin penderian koperasi yang diteken Gubernur Aceh atas nama Menteri Koperasi tahun 2013. Lokasi usahanya di  Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Sedangkan izin lainnya, seperti SITU, tidak ada sama sekali.
Sebelumnya, KSP Madani menempati sebuah bangunan yang disewa sebagai kantor di Kecamatan Susoh. Tapi, KSP itu juga diusir oleh aparat gampong setempat setelah karyawan laki-laki dan perempuan tertangkap basah melakukan perbuatan tidak sesonoh dalam kamar mandi kantor tersebut.
Pj Keuchik Geulumpang Payong, Masri, mengatakan tidak mau menerima tujuh karyawan koperasi tersebut. Bahkan, aparatur gampong mengusir mereka dari desa itu. “Aparat gampong, termasuk Tuha Peut memberi waktu 10 hari untuk meninggal tempat itu,” tegas Masri, didampingi Tuha Peut, Rusdi MKS.
Koordinator KSP Madani Wilayah Barat Selatan, Imanuddin, tidak berkutik atas pengusiran itu. Dia hanya mempertanyakan apa yang dapat dilakukan sehingga mereka bisa beroperasi di Kabupaten Abdya.

You must be logged in to post a comment Login