stat counter Berikut Keterangan Mahasiswi UIN Ar-Raniry yang Ikut ke Gereja | Aceh Online Magazine

Berikut Keterangan Mahasiswi UIN Ar-Raniry yang Ikut ke Gereja

kunjungi-gereja-banda-aceh

Atjehcyber.com – Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry yang ikut studi banding ke gereja memberi kesaksian tentang kunjungan mereka ke gereja di kawasan Simpang Lima Banda Aceh itu.

Mahasiswi bernama Elka itu kepada portalkbr.com mengatakan, dosennya yang bernama Rosnida Sari tak pernah memberi kuliah yang melenceng dari nilai-nilai agama.

Menurutnya, dosennya itu mengajak mengunjungi gereja sekadar membanding hubungan antargender di agama lain.

Kata Elka, ada 10 mahasiswa yang berkunjung ke gereja di Simpang Lima Banda Aceh. Bagi Elka ini adalah kunjungan yang pertama. Dia menegaskan, Rosnida tak pernah memaksa mahasiswanya untuk ke gereja.  “Padahal tak ada paksaan untuk ke gereja. Kami ke sana hanya untuk belajar studi gender dari agama lain. Tak ada ancaman kalau ngak mau ke gereja, maka nilainya jelek,” tambah Elka.

Elka meminta pihak universitas mempelajari dulu kejadian ini sebelum menjatuhkan sanksi. Dia menilai Rosnida tak layak mendapatkan sanksi. Menurutnya, Rosnida adalah dosen yang pintar dan berani.

Kasus ini menjadi kontroversi setelah Rosnida Sari menuliskan pengalamannya membawa mahasiswa bimbingannya ke gereja di situs australiaplus.com.

Dalam tulisannya Rosnida mengatakan ingin menjadi ‘jembatan’ bagi perdamaian Islam dan Kristen di Banda Aceh.

Menurut portalkbr.com, Rosnida kini harus meninggalkan rumah dan bersembunyi menyusul munculnya protes dan disudutkan di media sosial. Ada yang mengatakan Rosnida murtad, bahkan ada yang mengusirnya dari Aceh.

Dari Jakarta aktivis hak asasi manusia dari Human Right Watch Andreas Harsono mengatakan Rosnida panik lantaran tak menyangka niat baiknya ditanggapi negatif oleh masyarakat Aceh.  “Dia dituduh Kristenisasi, dituduh liberal, sampai ancaman untuk dibunuh. Ini ada di facebook. Dia harus membawa keluar ibu dan adiknya dan mencari selamat,” kata Andreas seperti dikutip portalkbr.com.

Menurut Andreas, harusnya ada penjelasan kepada masyarakat bahwa yang dilakukan Rosnida bukan sesuatu yang luar biasa.  “Ada orang muslim yang pergi ke pura di Bali, gak masalah. Banyak orang yang ingin belajar spritualisme dengan melihat spritual orang lain,” kata Andreas.[]

You must be logged in to post a comment Login