stat counter Bermesraan dan Berjudi, 11 Orang Dicambuk | Aceh Online Magazine

Bermesraan dan Berjudi, 11 Orang Dicambuk

Ilustrasi. DailyMail

Ilustrasi. DailyMail

AJEHCYBER.com – Sekitar 11 orang yang bermesraan (ikhtilath) dan berjudi (maisir) di cambuk di halaman Masjid Al Furqan, Beurawe, Banda Aceh, Senin (1/8) pagi. Dari 11 terhukum yang dieksekusi kemarin, enam di antaranya divonis karena bermesraan dengan pasangan nonmuhrim. Sementara lima lainnya terlibat perjudian.

Dikutip dari Prohaba.co, Satu pasangan yang di cambuk lantaran divonis perkara ikhtilath yakni Saufan Nur Mustafa (24) warga Glee Madad, Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, yang menetap di Merduati, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Sementara pasangan mesumnya, Suryani M Ali (21) warga Cot Geulumpang, Desa Blang Talon, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Utara, juga berdomisili di Merduati. Dalam petikan putusan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, keduanya dikenai hukuman cambuk 15 kali, dikurangi masa tahanan tiga kali cambuk, sehingga di cambuk 12 kali.

Pasangan lainnya yakni Karimudin Husen (18) warga Buket Cubrek, Munye Tujuh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menginap di Jalan Ulee Lheue, Peukan Bada, Gampong Ulee Pata, Jaya Baru. Pasangannya yakni Reli Haswita Salman (20) penduduk Tuabing, Desa Ana Ao, Kecamatan Teupah Selatan Kan, Simeulue, sementara di Banda Aceh menetap di Jalan Taman Siswa, Merduati. Keduanya dihukum 15 kali cambuk dan dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani dua kali cambuk.

Dan sepasang lagi, Sahdan Usman (24) warga Cang Duri, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah yang tinggal di Jalan Chik Geumpa, Gampong Beurawe, Kuta Alam, Banda Aceh, serta Aida Fitri Zulfan (21) warga Atuh Singkih, Desa Murah Muyang, Alu Lintan, Aceh Tengah, di Banda Aceh menetap di Jalan Haji Hasan Ibrahim, Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Keduanya di hukum cambuk 23 kali dikurangi masa tahanan tiga kali cambuk.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi, mengatakan ketiga pasangan tersebut melanggar pasal 25 Ayat 1 Qanun Nomor 6 Tahun 2014, tentang Hukum Jinayat. “Masing-masing terdakwa ada yang ditahan oleh penyidik sejak April, Mei, dan Juni. Setelah mendapatkan putusan dalam sidang musyawarah majelis hakim mahkamah syariyah Banda Aceh, kepada masing-masing pelanggar syariat ini diberikan hukuman cambuk,” ujarnya.

Sementara itu, lima penjudi yang di cambuk adalah Nurdin Husen (45) warga Pante Abo, Kecamatan Titeng, Pidie, berdomisili di Peulanggahan, Banda Aceh. Berikutnya Madiah Jalil (45) penduduk Gampong Blang, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, dan Rahmad Junaidi Rajali (30) tinggal di Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Selain itu, Mahidin Husein (35) warga Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, berdomisili di Kampung Mulia, Banda Aceh, serta Samsul Bahri M Jalil (45) warga Mulya, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Masing-masing penjudi dikenai tujuh kali hukuman cambuk, dikurangi masa tahanan satu kali cambuk.

Prosesi cambuk yang dimulai sekira pukul 10.30 WIB ini, mendapat perhatian dari warga sekitar yang sudah mulai berdatangan sejak pukul 9.00 WIB.

Ketika JPU Kejari Banda Aceh memanggil terhukum dengan perkara ikhtilath, Aida Fitri Zulfan menuju ke atas panggung eksekusi. Petugas sempat membawa terhukum lainnya pada perkara sama yang nyaris akan menerima hukuman cambuk 23 kali, dikurangi masa tahanan tiga kali cambuk, sehingga mendapatkan 20 kali cambuk.

Setelah dipastikan kembali bukan Aida Fitri, petugas menurunkan pelaku ikhtilat yang tidak disebut namanya itu. Saat menerima hukuman cambuk 20 kali, pada cambukan ke-10 yang diterima Aida, pihak JPU meminta petugas kesehatan memastikan lagi kesehatannya. Saat ditanyakan petugas, Aida terlihat mengangguk lemah. Kemudian, hukuman cambuk itu dilanjutkan sampai selesai.(una/Prohaba.co)