stat counter Bireuen: Bayi Meninggal Dibuang ke Lampoh Coklat | Aceh Online Magazine

Bireuen: Bayi Meninggal Dibuang ke Lampoh Coklat

Bayi Meninggal Dibuang ke Lampoh Coklat

ATJEHCYBER.com – Astaghfirullah! Tak diketahui apa penyebabnya, sepasang suami istri tega membuang begitu saja jasad bayinya yang dilahirkan dalam kondisi meninggal, di kebun coklat (lampoh coklat) milik warga Gampong Pulo Drien Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen,

Orang tua bayi malang itu adalah Zairatul Muwairah (20) dan ayahnya bernama Zahrial (30) warga Namploh Baro, Samalanga, Bireun. Keduanya kini telah diinapkan di Mapolsek Samalanga, untuk dimintai keterangan.

Ulah pasutri dari Gampong Namploh itu, baru terungkap, Minggu (19/6) lalu, setelah pemilik kebun coklat yang juga seorang guru honor, Zulfikar (28), warga Desa Pulo Drien, Kecamatan Simpang Mamplam Bireuen, bersama warga menemukan jasad bayi malang berbalut kain putih itu, sekitar pukul 20.00 WIB.

Informasi diperoleh, Zulfikar bersama adiknya sekitar pukul 11.00 WIB Minggu membersihkan kebun coklat dan ia melihat satu bungkusan dari jarak jauh di bawah pohon coklat. Setelah melihat dari jauh membiarkan saja bungkusan tersebut dan mengajak adiknya pulang karena sudah sore.

Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SIK melalui Kapolsek Samalanga AKP Saleh Amri, Senin (20/6) mengatakan, pengakuan Zulfikar sekitar pukul 20.00 WIB mengajak sejumlah warga untuk sama-sama memastikan apa isi bungkusan tersebut. “Setibanya di lokasi dan melihat memang ada bungkusan, warga langsung membuka dan ternyata isinya mayat bayi jenis kelamin perempuan dengan kondisi tanpa busana dan tubuh memerah,” kata Kapolsek.

Sejumlah warga langsung memberitahukan dan menghubungi Polsub Sektor Simpang Mamplam.

Anggota polisi bersama warga segera ke lokasi temuan mayat bayi tersebut. Mayat bayi itu lalu dievakuasi ke Puskesmas Samalanga, dari sinilah semuanya jadi teranmg bernderang.

Menurut perawat, bayi tersebut lahir premature (baru usia kandunan enam bulan). Hasil catatan medis di Puskesmas Samalanga, bayi tersebut lahir sekitar pukul 14.00 WIB, pada 10 Juni lalu  di Puskesmas Samalanga. Saat melahirkan dibantu oleh bidan dan dokter Puskesmas Samalanga.

Baca juga:  GOP Debate, Debate, Republican Debate Tonight, Chris Christie, Debate Tonight, Rubio, ABC Debate, Republican Debate Feb 6, Gop Debate Feb 6

Pihak Puskesmas yang membeberkan secara detail siapa orang tua bayi malang tersebut.

Menurut petugas medis, usai melahirkan kondisi bayi prematur dan kurang sehat, meminta orang tuanya segera dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen agar ditangani lebih lanjut. “Kata petugas medis waktu itu ayahnya tidak mau merujuk ke  RSUD Bireuen, dengan alasan tidak ada uang dan tidak ada yang jaga,” ujar Kapolsek.

Kemudian sekitar pukul 21.49 WIB, bayi tersebut meninggal dunia di  Puskesmas Samalanga, ayahnya meminta anaknya untuk dibawa pulang ke rumah mereka untuk dikebumikan.  “Tidak tahu bagaimana sehingga anaknya dibuang ke kebun coklat milik warga  Pulo Drien,” kata Kapolsek.

Hasil keterangan dari pihak rumah sakit dan keterangan pendukung lainnya, anggota Polsek segera menjemput kedua orang tua bayi dan diamankan ke Polsek Samalanga. Kasus temuan mayat bayi jenis kelamin perempuan ditangani Polsek Samalanga.(yus/prohaba.co)