stat counter Bocor Jantung, Bayi Asal Singkil Ini Kritis di RS Colombia Asia | Aceh Online Magazine

Bocor Jantung, Bayi Asal Singkil Ini Kritis di RS Colombia Asia

Mahira Dzikra, bayi perempan berusia sepuluh hari kritis di Rumah Sakit Colombia Asia Medan, karena mengalami jantung bocor.

Mahira Dzikra, bayi perempan berusia sepuluh hari kritis di Rumah Sakit Colombia Asia Medan, karena mengalami jantung bocor.

ATJEHCYBER.com – Sungguh malang nasib Mahira Dzikra, bayi yang baru berusia sepuluh hari ini kritis akibat menderita komplikasi penyakit dan bocor jantung.

Sampai sekarang bocah malang anak pasangan Maslin dan Desi Titi Amnika, penduduk Desa Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil ini terbaring lemah di Ruang Nicu Rumah Sakit Colombia Asia Medan, Sumatera Utara.

“Sampai sekarang masih kritis,” kata Desi kepadaSerambinews.com via telepon seluler, Rabu (28/9/2016).

Desi menjelaskan, putrinya lahir setelah sembilan bulan lebih di sebuah klinik spesialis di Kota Subulussalam.

Awalnya tidak terlihat adanya gejala aneh sehingga mereka anggap sang bayi sehat. Namun, kata Desi, empat hari kemudian petaka itu datang, sang anak mengalami sesak napas hingga kejang-kejang.

Tubuh bayi malang itu membiru dengan kondisi kritis. Akibatnya keluarga membawa ke Puskesmas Singkil lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singkil Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Satu malam dirawat di RSUD Singkil tanpa diperiksa dokter spesialis sehingga pihak keluarga merujuk ke RSUD Kota Subulussalam.

Lalu, pihak RSUD Kota Subulussalam menyarankan agar bayimalang ini dirujuk langsung ke Medan  Sumatera Utara atau Banda Aceh mengingat penyakit yang dideritanya parah dan alatnya hanya ada di kedua tempat tersebut.

Pihak keluarga pun akhirnya membawa sang bayi ke RS Colombia Asia sebab sejumlah rumah sakit pemerintah tidak menerima dengan alasan full.

Mahira bocah yang baru berusia sepuluh hari ini pun dirawat sejak Senin malam kemarin. Pihak dokter mengatakan penyakit sang bayi sudah komplikasi bahkan jantungnya bocor.

Baca juga:  Apa Karya Maju ke Depan, Peserta Rapat Heboh

Orang tua Mahira yang merupakan keluarga miskin sudah kelimpungan membiayai pengobatan sang anak. Kini satu-satunya cara adalah keluar dari rumah sakit swasta itu dengan resiko sang bayi tidak akan tertolong.

“Mau tak mau kami harus keluar karena biayanya cukup besar sementara kami tidak memiliki dana lagi,” ungkap Desi dengan suara parau. (*)

Penulis: Khalidin

Editor: Yusmadi

Sumber: Serambi Indonesia