Home Nanggroe Buku ‘Yesus, Muhammad, dan Saya’ Disebar Melalui Pos

Buku ‘Yesus, Muhammad, dan Saya’ Disebar Melalui Pos

358
0
SHARE

ANGGOTA DPRA, Makhyaruddin Yusuf (kiri) dan Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh, Safaruddin SH (kanan), Senin (19/1), menerima laporan masyarakat terkait aksi penyebaran buku Yesus, Muhammad, dan Saya kepada sejumlah warga di kawasan Peukan Bada, Aceh Besar. Buku-buku ini dikirim dalam bentuk paket melalui Kantor Pos Indonesia.
ANGGOTA DPRA, Makhyaruddin Yusuf (kiri) dan Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh, Safaruddin SH (kanan), Senin (19/1), menerima laporan masyarakat terkait aksi penyebaran buku Yesus, Muhammad, dan Saya kepada sejumlah warga di kawasan Peukan Bada, Aceh Besar. Buku-buku ini dikirim dalam bentuk paket melalui Kantor Pos Indonesia.

Atjehcyber.com – Upaya pendangkalan akidah melalui bahan bacaan kembali menyasar masyarakat Aceh. Kali ini misi dilakukan dengan penyebaran paket buku berjudul “Yesus, Muhammad, dan Saya” yang dikirim melalui Kantor Pos Indonesia.

Perihal kiriman paket buku yang isinya antara lain penghinaan yang luar biasa terhadap Nabi Muhammad SAW dan Alquran ini terungkap setelah seorang warga Ajuen, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, merasa keberatan menerima paket yang diantar oleh petugas Kantor Pos Peukan Bada.

“Kira-kira seminggu lalu, ada seorang warga di Ajuen yang menolak paket tersebut, karena merasa tidak pernah memesan dan tidak kenal dengan nama pengirim paket tersebut. Tapi karena alamat yang dituju sangat lengkap, pria tersebut langsung membuka paket itu di depan petugas kantor pos,” ungkap Subhan, Kepala Kantor Pos Kecamatan Peukan Bada, kepada Anggota DPR Aceh, Tgk Makhyaruddin Yusuf dan Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh, Safaruddin SH, di Kantin SMEA Lampineung, Banda Aceh, Senin (19/1).

“Saat melihat isi paket adalah buku berjudul ‘Christ, Muhammad, And I (Yesus, Muhammad, dan Saya)’ beserta sebuah VCD, beliau marah-marah kepada petugas kami dan meminta agar buku tersebut dikembalikan kepada pemiliknya,” kata Subhan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Subhan kemudian memutuskan untuk menghentikan proses pengantaran paket-paket serupa kepada alamat yang dituju. Apalagi, beberapa warga yang menerima kiriman tersebut juga telah mengembalikan paket itu ke Kantor Pos.

“Jumlah yang sudah kami antar mungkin sudah mencapai ratusan paket. Kode etik kami melarang membuka paket, dan setiap kiriman harus diteruskan ke alamat yang dituju,” kata dia.

Menurut Subhan, saat ini di Kantor Pos Peukan Bada masih ada enam paket yang belum diteruskan kepada alamat yang dituju. “Paket mencurigakan itu sementara kami tahan. Jika ada permintaan pihak berwenang untuk tidak meneruskan, maka kami tidak akan meneruskan,” papar Subhan kepada Makhyaruddin dan Safaruddin.

Anggota DPR Aceh, Tgk Makhyaruddin Yusuf meminta kepada pihak Kantor Pos Besar Banda Aceh untuk tidak meneruskan kiriman paket berisi buku dan satu keping VCD yang menyudutkan Islam ini.

“Buku berjudul ‘Christ, Muhammad, and I’ beserta satu keping VCD di dalamnya, jelas-jelas berisi pesan kristenisasi. Pihak Kantor Pos harus menghentikan pengantaran paket ini, karena tindakan ini melanggar aturan yang melarang penyebaran agama kepada orang yang sudah beragama lain,” kata Makhyaruddin.

Politikus PKS yang duduk di Komisi V (membidangi Pendidikan, Sains, dan Teknologi) DPRA ini pun meminta kepada pihak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk segera mencari solusi terhadap persoalan ini. Sehingga tidak menimbulkan gesekan antarumat beragama di Aceh.

“Seluruh pihak di Aceh, terutama DPRA, ulama, polisi, dan jaksa, harus segera mengambil sikap. Karena ini berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama di Aceh,” ungkap Safaruddin SH, Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Aceh yang mendampingi Makhyaruddin saat menerima laporan warga, di Banda Aceh, Senin (19/1).

Sekadar diketahui, buku berjudul “Christ, Muhammad and I (Yesus, Muhammad dan Saya)” memuat tentang hal-hal yang mengarah pendangkalan akidah masyarakat muslim. Misalnya, dalam buku itu disebutkan bahwa Alquran menjiplak Alkitab dan memutarbalikkannya. Ada juga bab yang menyudutkan figur dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Dalam buku setebal 121 halaman itu juga diselip satu keping VCD berisi tiga film yang menceritakan tentang tiga kisah berisi pesan-pesan kristenisasi dan kejelekan muslim, yang disajikan dalam bentuk talkshow dan film pendek.

Berdasarkan temuan pihak Kantor Pos Peukan Bada, ratusan paket buku ini dikirim oleh dua nama, Raja dan Dama, yang sama-sama beralamat di Jalan Raya Bogor Km 30, Mekarsari Cimanggis-Depok 16952.

Catatan Serambi, aksi penyebaran buku ini telah terjadi sejak awal Desember 2014, dengan berbagai pola. Antara lain, dititipkan pada warung kopi oleh pengendara sepeda motor tak dikenal (temuan di Indrapuri, Aceh Besar), disebarkan di jalan raya (temuan di kawasan Aceh Jaya), bahkan ada yang dikirim ke pesantren (temuan di Pidie Jaya).