stat counter Bulan Bintang Berkibar di Islamic Center Lhokseumawe, Kapolda Angkat Bicara | Aceh Online Magazine

Bulan Bintang Berkibar di Islamic Center Lhokseumawe, Kapolda Angkat Bicara

Ilustrasi Bendera GAM. REUTERS

Ilustrasi Bendera GAM. REUTERS

Atjehcyber.com – Pihak kepolisian akan segera memanggil pengibar Bendera Bintang Bulan beserta siapapun yang terlibat dalam pengibaran bendera tersebut di halaman Masjid Islamic Center, Lhokseumawe, Sabtu 15 Agustus 2015.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi kepada wartawan di ruang press conference Humas Polda Aceh, usai melepas personel Brimob ke Papua, Rabu (19/8).

Sebelumnya, Kapolda Aceh menegaskan tindakan pengibaran Bendera Bintang Bulan di halaman Masjid Islamic Center, Lhokseumawe itu salah karena bendera daerah tersebut belum mendapat klarifikasi atau persetujuan dari Pusat. Oleh karena itu, tegas Kapolda, tanpa harus diperintah, polres setempat harus melakukan penyelidikan, apa motif dan tujuan dari pengibaran bendera itu. “Saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Yang terlibat bukan satu orang, pasti ada yang mengibarkan dan ada juga yang menyuruh untuk mengibarkannya. Makanya kita selidiki dulu dan nanti akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” kata Husein Hamidi.

Setelah kajadian pengibaran Bendera Bintang Bulan di Lhokseumawe beberapa hari lalu, Kapolda Aceh mengaku langsung berinteraksi dengan Pemerintah Aceh yakni dengan Gubernur Zaini Abdullah. Ia menanyakan apa ada instruksi dari pemerintah provinsi untuk mengibarkan Bendera Bintang Bulan pada peringatan 10 tahun perdamaian Aceh atau tidak. “Pak Gubernur mengatakan tak ada instruksi apapun. Jadi itu murni keputusan yang diambil sendiri,” imbuh Husein Hamidi.

Menurutnya, persoalan Bendera Bintang Bulan adalah wewenangnya legislatif di DPR Aceh, namun hingga saat ini belum ada kejelasan tentang status bendera itu karena belum mendapatkan klarifikasi dari Pemerintah Pusat. Kapolda mengatakan, kapan bendera itu dikibarkan tentunya menunggu hasil klarifikasi dari Pusat, dan saat ini persoalan bendera itu masih dalam bahasan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.

Masih menurut Kapolda Aceh, saat peringatan 10 tahun perdamaian Aceh beberapa hari lalu, sebenarnya yang dilaksanakan adalah zikir sebagai refleksi syukur atas nikmat perdamaian. Ia menyayangkan adanya oknum-oknum yang mengibarkan Bendera Bintang Bulan, karena dikhawatirkan akan kembali terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di Aceh. “Sebenarnya kita tidak perlu membahas persoalan bendera, hari ini yang harus kita pikir bersama bagaimana membangun Aceh lebih bagus lagi ke depan. Perdamaian yang telah kita rajut ini harus kita jaga bersama,” kata Kapolda.

Dia juga mengimbau masyarakat mewaspadai oknum-oknum yang ingin memperkeruh perdamaian Aceh. Kapolda mengharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum tersebut. “Apa yang terbaik untuk Aceh itulah yang harus kita lakukan. Kita harus tetap waspada dengan oknum ataupun isu-isu yang ingin menciderai perdamaian yang telah kita rasakan. Terkait pengibar bendera kemarin, saya tegaskan kembali akan segera dipanggil, akan kita dalami apa motif mereka melakukan itu,” demikian Kapolda Aceh.(sb)

You must be logged in to post a comment Login