stat counter Cafe di Kawasan Wisata Rancong Lhokseumawe Dibakar Massa | Aceh Online Magazine

Cafe di Kawasan Wisata Rancong Lhokseumawe Dibakar Massa

Polisi memeriksa lokasi cafe yang dibakar massa di kawasan Wisata Rancong Lhokseumawe, Sabtu (9/5). SERAMBI/SAIFUL BAHRI

Polisi memeriksa lokasi cafe yang dibakar massa di kawasan Wisata Rancong Lhokseumawe, Sabtu (9/5). SERAMBI/SAIFUL BAHRI

Insiden kekerasan di cafe juga dilaporkan terjadi di kawasan wisata Rancong, Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu (9/5) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden kekerasan yang melibatkan empat pemuda dengan pemilik cafe dan seorang oknum polisi, berujung pada aksi massa yang membakar cafe Cut Linda, serta menghanguskan dua cafe lainnya.

Informasi dihimpun Serambi, aksi pembakaran cafe ini merupakan buntut dari insiden kekerasan yang melibatkan empat pemuda, seorang di antaranya Fauzan (36), dengan seorang oknum polisi dari Polres Lhokseumawe berinisal Aipda Mu. Terkait insiden ini, Fauzan dan pemilik cafe Cut Indah, memberikan keterangan yang bertolak belakang.

Fauzan yang ditemui Serambi di Polsek Muara Satu, mengatakan insiden itu berawal saat dia bersama tiga rekannya yakni Umar, Wahyu dan Ozi duduk sebuah warung rujak yang berdekatan dengan warung Cut Linda. Saat itu, datang seorang anak yang mengalami keterbelakangan mental dan merupakan keponakan Cut Linda. Dia pun membuat lucu sehingga membuat kami tertawa, jelas Fauzan.

Setelah anak ini keluar, pemilik cafe tempat Fauzan dan teman-temannya duduk, kembali memanggil si anak ini. Saat itulah, Cut ke luar dari cafenya yang berjarak sekitar 20 meter. Masih menurut Fauzan, Cut Linda langsung berteriak agar mereka jangan mempermainkan anak ini.

Fauzan mengatakan memanggil lagi anak itu untuk mengajaknya bercanda saja. Namun Cut tidak terima dan memaki mereka. Karena perkataan tersebut, maka saya pun mendatangi cafe Cut, rencana hanya mau menanyakan maksud perkataannya, urai Fauzan.

Saat dia datang, sebut Fauzan, tiba-tiba seorang oknum polisi keluar dari cafe dan langsung memukul dia di kening hingga jatuh. Setelah itu saya pun dipijak-pijak. Kawan-kawan yang melihat itu tentunya datang untuk melerai. Namun malah kawan kami ikut dipukul, termasuk yang memukul ada wanita dengan kayu dan batu, ujar Fauzan.

Fauzan melanjutkan, tidak lama setelah itu, oknum polisi itu kembali menantang dia agar membawa orang-orang kampung ke lokasi. Mendengar itu, kami pun pulang dan memberi tahu orang kampung, sehingga massa pun datang beramai-ramai ke lokasi, ujar Fauzan.

Keterangan berbeda disampaikan oleh Cut Linda. Menurut Linda, awalnya dia melihat Fauzan dan kawan-kawan mengganggu keponakannya. Karena merasa aksi Fauzan melecehkan keponakannya, sehingga dia marah. Maka Cut pun memanggil ponakanya untuk kembali ke cafe. Tapi ternyata mereka (Fauzan cs) masih merepet, sehingga saya pun melihat keluar dan memanggil Fauzan untuk menanyakan kenapa merepet-repet, ujarnya.

Saat Fauzan datang ke cafenya, kata Cut Linda, malah berkata kasar kepada dirinya. Hal ini membuat seorang polisi yang sedang minum di cafe dia keluar dan bertanya kenapa melawan perempuan. Cut Linda mengakui polisi itu merupakan familinya.

Saat itu Fauzan langsung mendorong dia (polisi-red), sehingga terjadi perkelahian. Lalu datang kawan-kawan Fauzan dan mengeroyok polisi ini. Saat itu anak saya yang perempuan datang membawa kayu, rencananya memisahkan mereka, bukan memukul orang-orang Fauzan, ungkapnya.

Setelah Cut dan polisi itu pergi, datang massa ke lokasi kejadian. Tanpa banyak cerita, massa langsung merusak dan membakar cafe milik Cut Linda yang juga selama ini dijadikan tempat tinggalnya. Api yang begitu cepat menyebar ikut membakar dua cafe di sampingnya yakni milik Abu Bakar dan Yahya. Api baru padam setelah datang sejumlah armada kebakaran.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo, melalui Kasat Reskrim AKP Decky Hendra Wijaya membenarkan adanya insiden tersebut. Kronologis kejadian masih dalam penyelidikan dan oknum polisi telah diamankan ke Polres Lhokseumawe. Pastinya kita akan terus dalami perkara ini, walau sampai saat ini (sore kemarin-red) baik dari pihak Fauzan ataupun Cut belum membuat laporan secara resmi, demikian AKP Decky./Serambinews.com

You must be logged in to post a comment Login