stat counter Cincin Yellow Saphire Terjual Rp 585 Juta | Aceh Online Magazine

Cincin Yellow Saphire Terjual Rp 585 Juta

Cincin Yellow Saphire senilai Rp 675 juta di salah satu stan Atjeh Batee Festival milik Akmal terjual kepada seorang pemilik tambang emas serta pengusaha asal Padang, Sumatera Barat. Koleksi Pribadi

Cincin Yellow Saphire senilai Rp 675 juta di salah satu stan Atjeh Batee Festival milik Akmal terjual kepada seorang pemilik tambang emas serta pengusaha asal Padang, Sumatera Barat. Koleksi Pribadi

Atjehcyber.com – Festival Batu Aceh (Atjeh Batee Festival) resmi dibuka sejak Selasa (3/2) di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Masyarakat terlihat antusias, terlihat dari tingginya tingkat kunjungan ke lokasi festival.

Transaksi pun langsung terjadi. Bahkan salah satu peserta pameran berhasil menjual sebuah cincin dengan harga yang fantastis, senilai Rp 585 juta. Penjualan ini tercatat sebagai yang tertinggi pada hari pertama pelaksanaan festival batu kemarin.

Adalah Akmal salah satu peserta pameran yang berhasil menjual cincin tersebut. Cincin yang dia jual merupakan cincin batu Yellow Saphire asal Tanzania yang diikat dengan berlian 136 pcs, mas putih 25 gram dan 10,77 karat. Akmal membanderol cincinnya seharga Rp 675 juta.

Cukup mahal memang, tapi itu tidak menyurutkan niat pecinta batu untuk membelinya, salah satunya pengusaha pemilik tambang emas dan hotel di Padang Sumatera Barat, Dato Afis. Setelah tawar menawar Akmal akhirnya melepas cincin tersebut kepada Dato Alfis seharga Rp 585 juta.

“Cincin ini merupakan koleksi pribadi saya dari tahun 2004, bersertifikat Singapura. Sebelumnya pernah ditawar sama orang dari Aceh, minta ditukarkan dengan mobil Pajero keluaran tahun 2012, tetapi tidak saya lepas,” ungkapnya.

Selain Yellow Saphire, Akmal mengaku juga memiliki koleksi Blue Saphire senilai Rp 1,5 miliar. Namun khusus yang satu ini tidak ia pajang di lokasi festival. “Kalau ada yang berminat bisa menemui saya,” imbuhnya.

Selain stan Akmal, stan-stan lainnya juga memajang berbagai jenis batu mulia yang tak kalah menarik. Stan milik Aman Ega misalnya. Dia memamerkan bongkahan batu yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Giok natural gold seberat 16 kilogram ia banderol Rp 600 juta, sedangkan Idocrase solar sebesar 15 kilogram dijual Rp 500 juta.

Aceh Batee Festival terselenggara atas kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Harian Serambi Indonesia, dan Hermes Palace Hotel. Acara akan berlangsung sampai 8 Februari 2015.

Sementaraitu, untuk kontes batu dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis (5/2) hari ini. Jenis batu yang akan diperlombakan pada hari pertama adalah jenis Idocrase lumut, Neon, Solar kategori small, medium dan large.

Penanggung Jawab Atjeh Batee Festival, Octowandi, mengatakan, semestinya kontes sudah dimulai sejak Rabu kemarin. Tetapi karena jumlah peserta yang mendaftar cukup ramai sehingga jadwal pelaksanaan terpaksa diundur.

“Kita tampung semuanya dan ini baru selesai. Kita memutuskan  setelah terkumpul 400 peserta akan dimulai kontesnya pada hari Kamis,” ujar Octowandi.

You must be logged in to post a comment Login