stat counter Darwis Djeunieb: "Han Keumah Le Tapeu ek Ureung Woe dari Luwa Nanggroe" | Aceh Online Magazine

Darwis Djeunieb: “Han Keumah Le Tapeu ek Ureung Woe dari Luwa Nanggroe”

1940

Atjehcyber.com – Mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Batee Iliek selaku Ketua Panitia Milad ke-39 GAM, Tgk Darwis Djeunieb mengatakan, ke depan Aceh butuh pemimpin yang mengerti kondisi Aceh sebenarnya. Calon yang diusung harus orang yang mengerti Aceh dan masyarakat mesti cerdas memilih.

“Nggak bisa lagi kita usung orang yang pulang dari luar negeri. Selama ini terus ada masalah karena dia tidak paham dan tidak mengerti,  Han keumah le tapeu ek ureung woe dari luwa nanggroe, sabe masalah di nanggroe, karena hana meufom dan hana geuteu’oh,” kata Darwis Djeunieb pada peringatan Milad GAM di Taman Ratu Safiatuddin, kemarin.

Darwis tak menyebutkan kepada siapa penegasan itu dialamatkannya. Wakil Ketua KPA itu hanya meminta masyarakat mendukung Mualem untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017. “Ini bukan kampanye, ke depan kita sama-sama mengusung Teungku Muzakir Manaf untuk menjadi Gubernur Aceh. Beliau mantan Panglima di Aceh, tinggal di Aceh, dan sudah tentu tahu tentang kondisi Aceh sebenarnya,” kata Darwis Djeunieb. Bagaiman dengan Sang Wali Nanggroe, tentunya Masyarakat Aceh tidak menginginkan terjadi polemik baru dengan pernyataan Tgk Djeunieb tersebut, mengingat Wali Naggroe Aceh juga bisa dikatakan termasuk “ureung woe dari luwa nanggroe”.

Masih sangat banyak permasalahan yang belum tuntas dilakukan oleh Pemerintah Aceh, salah satu persoalan seperti bendera yang jelas-jelas termaktub dalam MoU Helsinki, sampai masalah Din Minimi dan kelompoknya, “Kita juga meminta, uang yang diberikan Jakarta jangan sampai harus dikembalikan lagi ke Jakarta, karena masih banyak yang harus dikerjakan di Aceh,” ujar Tgk Darwis.

Menurut Tgk Darwis, apa yang saat ini dilakukan pihaknya semata untuk kepentingan Aceh secara menyeluruh, bukan kepentingan pribadi. Semua kompensasi yang dijanjikan Pemerintah Pusat dalam MoU Helsinki adalah milik semua masyarakat Aceh. “Kita sudah berperang, kita sudah tahan lapar, sekarang damai sudah terwujud, itu milik kita bersama. Mou Helsinki milik kita bersama,” kata Tgk Darwis.

Ia juga menyerukan agar tidak ada yang saling bertengkar di Aceh. Menurutnya, yang harus dlakukan saat ini adalah sama-sama ‘membangunkan’ Pemerintah Pusat dan juga semua pihak di Aceh untuk terus merealisasikan semua perjanjian damai yang telah dijabarkan dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA). “Masih banyak point-point yang belum selesai, makanya ke depan harus yang benar-benar mengerti yang memimpin Aceh,” pungkas mantan Panglima GAM Wilayah Batee Iliek Tgk Darwis Djeunieb.

Sumber: Dumpu Pers

You must be logged in to post a comment Login