stat counter Diduga Aliran Sesat, Kantor Gafatar Lamgapang Digerebek Warga | Aceh Online Magazine

Diduga Aliran Sesat, Kantor Gafatar Lamgapang Digerebek Warga

Ruko dua lantai di jalan Lamgapang, Desa Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, yang dijadikan sebagai Kantor Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terlihat sudah dipasang Garis Polisi, Kamis (8/1). (c) ATJEHCYBER/Rizal

Atjehcyber.com – Masyarakat Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, bereaksi keras atas kehadiran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh. Puluhan warga setempat yang ditemani sejumlah personel dari Polsek Krueng Barona Jaya, Rabu (7/1) menggerebek Kantor Gafatar di Desa Lamgapang, karena stafnya diduga warga menganut dan menyebarkan aliran sesat.

Amatan Serambi, sekitar pukul 11.20 kemarin, puluhan warga atas instruksi perangkat desa, berkumpul di meunasah setempat. Sebelum mendatangi kantor Gafatar warga lebih dulu menggelar rapat di meunasah, kemudia langsung mendatangi kantor Gafatar.

Kedatangan warga adalah untuk memintai keterangan atas kegiatan yang dilakukan Gafatar selama ini.

Sesampai di kantor yang berada di jalan Lamgapang ini, puluhan warga langsung memasuki kantor dua lantai tersebut dan memeriksa semua barang serta menyuruh anggota organisasi itu untuk menghentikan kegiatan dan keluar dari kantor. Setelah itu, warga memeriksa setiap sudut ruangan kantor dan mengeluarkan semua barang berupa buku, laptop, majalah dan selebaran. Warga kemudian menemukan beberapa catatan diari warga yang diyakini baru ditulis.

Amatan Serambi, beberapa catatan yang ditemukan itu bertuliskan “Menyampaikan Visi dan Misi Gafatar di Aceh sesuai Millah Abraham, suatu sistem kehidupan sesuai millah Abraham. Tahapan kita saat ini memasuki fase tiga hijrah, memperkenalkan mesias sebagai guru spiritual, jangan menyanggah tentang Ahmad Musadeq” dan beberapa point lainnya yang diduga warga erat kaitan dengan aliran Millata Abraham.[] (Baca selengkapnya di Harian Serambi Indonesia edisi Kami 8 Januari 2015)

Berita Terkait:

You must be logged in to post a comment Login