stat counter GPMP Gelar Aksi Pemekaran Peureulak Raya di Simpang Lima | Aceh Online Magazine

GPMP Gelar Aksi Pemekaran Peureulak Raya di Simpang Lima

Aksi pemuda menuntut pemekaran Kabupaten Peureulak Raya. (c) Atjehpost.co

Aksi pemuda menuntut pemekaran Kabupaten Peureulak Raya. (c) Atjehpost.co

Atjehcyber.com –  Seklompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Masyarakat Peureulak (GPMP) menggelar aksi menuntut pemekaran Kabupaten Peureulak Raya. Aksi dilakukan di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa, 3 Februari 2015 sekitar pukul 10.30 Wib.

“Pemekaran ini merupakan kelanjutan dari pada langkah-langkah yang pernah ditempuh oleh masyarakat Peureulak yang semenjak tahun 2009 lalu,” kata Muhammad Reza, Spd, Koordinator Aksi Gerakan Pemuda Masyarakat Peureulak (GPMP), dalam orasinya.

Ia meminta elemen sipil yang ada di Peureulak untuk terus memantau dan memperjuangkan Kabupaten Peureulak Raya. Apalagi, menurut Reza, cikal bakal Kerajaan Nanggroe Aceh Darussalam dulu merupakan prakarsa Kerajaan Peureulak.

“Oleh karena itu daerah tersebut dijuluki Bandar Khalifah, dan ini diperkuat dengan Monumen Islam Asia Tenggara, meskipun monumen tersebut tak kunjung dibangun,” ujarnya.

Ia mengatakan upaya pemekaran Kabupaten Peureulak Raya tidak diprakarsai oleh elit. Namun pemekaran ini murni keinginan masyarakat yang ada di 10 kecamatan, yang ingin bergabung dengan Kabupaten Peureulak Raya.

“Kita juga mengimbau kepada semua pihak untuk bisa berpartisipasi dalam memikirkan langkah pemekaran ini,” katanya.

Adapun 10 kecamatan yang ingin bergabung dengan Kabupaten Peureulak Raya adalah Peureulak Kota, Peureulak Timur, Peureulak Barat, Ranto Peurlak, Birem Bayeun, Simpang Jernih, Peunaron, Sungai Raya, Serba Jadi, dan Ranto Selamat. Sementara 14 kecamatan lainnya masih setia di bawah naungan Kabupaten Aceh Timur.

GPMP-Peureulak Raya mendesak DPRK dan Bupati Aceh Timur untuk merekomendasikan pemekaran Kabupaten Peureulak Raya. “Kami juga berharap gubernur bisa melihat langkah pemikiran ini secara progresif, mengingat cagar budaya islami di Peureulak tidak bisa dibiarkan dan dipandang begitu saja,” katanya.[]

You must be logged in to post a comment Login