Home Nanggroe Hendak Dicambuk, Terdakwa Mesum ini Malah Berpose

Hendak Dicambuk, Terdakwa Mesum ini Malah Berpose

1153
0
SHARE

170748_img_9779cambuk

Atjehcyber.com – Tujuh terdakwa mesum dicambuk di depan umum di halaman Masjid Albadar Gampong Kuta Baro, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Bukannya malu, salah seorang di antara mereka bahkan ada yang pasang gaya sambil tersenyum saat disoraki warga.

Pantauan detikcom, Jumat (12/6/2015), eksekusi cambuk terhadap tujuh terdakwa yang terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki ini dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB. Ratusan orang ikut menyaksikan saat algojo mulai mengeksekusi mereka.

Warga yang datang menyoraki para terdakwa saat dihadirkan ke atas panggung. Tak sedikit pula di antara warga yang ikut merekam jalannya eksekusi menggunakan kamera handphone. Semua terdakwa menggunakan baju jubah putih.

Para terdakwa dijatuhi hukuman cambuk setelah menjalani persidangan di pengadilan Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh. Mereka dicambuk bervariasi antara empat hingga enam kali setelah dipotong masa tahanan.

Terdakwa pertama yang dihadirkan ke atas panggung yaitu perempuan berinisial ZA (40). Begitu tiba di panggung, warga secara serentak menyoraki sambil mengambil gambar perempuan tersebut. Saat kamera wartawan dan warga hendak memotret, ZA langsung pasang gaya dengan dua jari tangan kiri menempel di pipi.

Meskipun demikian, mata ZA merah menahan tangis. Ia dicambuk sebanyak enam kali setelah dipotong masa tahanan sebanyak dua kali cambuk. ZA ditangkap beberapa waktu lalu dalam mobil di kawasan Peunayong, Banda Aceh. Pasangan laki-laki ZA belum dicambuk karena berkasnya masih dalam proses.

Sementara enam terdakwa lain adalah pasangan MA (18) dan FY (22) dicambuk empat kali setelah dikurangi masa tahanan. FY pingsan saat dibawa turun panggung usai dicambuk. Ia langsung dipapah oleh sejumlah polisi syariah perempuan ke dalam sebuah ruangan.

Sementara dua pasangan lain yang dicambuk adalah AS (23) dan pasangan perempuannya F (21) dicambuk lima kali setelah dipotong masa tahanan, dan pasangan M (19) dan perempuan berinisial ER (19) dicambuk lima kali.

Ketiga pasangan mesum tersebut ditangkap beberapa waktu lalu di lokasi terpisah yaitu di kawasan Batoh, Rukoh, dan di Wisma Kartini Peunayong, Banda Aceh. Sebelum dieksekusi cambuk, mereka terlebih dulu menjalani persidangan di Mahkamah Syariah.

Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Husni Thamrin, mengatakan, ketujuh terdakwa yang dicambuk hari ini terbukti melanggar Pasar 22 jo Pasal 5 Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat atau mesum. Mereka dicambuk dengan jumlah bervariasi setelah dipotong masa tahanan.

“Mereka terbukti melakukan hubungan suami-istri tanpa ikatan nikah. Mereka dicambuk setelah menjalani sidang di Mahkamah Syariah,” kata Husni usai eksekusi cambuk./Detik.com