Home Nanggroe Ibu Tewas Diamuk Gajah di Depan Suami dan Anak

Ibu Tewas Diamuk Gajah di Depan Suami dan Anak

334
0
SHARE

gajah-ngamukAtjehcyber.com – Seorang ibu rumah tangga bernama Husna (35) tewas dengan tubuh tercabik-cabik diamuk gajah di depan suami dan anak lelakinya berumur empat tahun. Musibah ini terjadi di Dusun Gedok, Desa Musarapakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (24/1/2015) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Tragedi memiriskan itu terjadi ketika Husna bersama suami dan putranya, Mudewali sedang beristirahat di dalam rumah mereka. Tiba-tiba di keheningan malam itu muncul sekawanan gajah liar mengibrak-abrik rumah petani tersebut.

Seekor gajah dilaporkan mendobrak pintu belakang rumah korban. Secepatnya Husna menggendong sang putra dan lari ke luar didampingi suami. Namun ketika di luar rumah, anak beranak ini langsung disambut sekawanan gajah lainnya. Belalai gajah menyambar Husna mengakibatkan anaknya si gendongan terlepas.

Sang anak ditendang oleh hewan berukuran jumbo itu hingga terpelanting belasan meter dari sang ibu dengan kondisi terluka di bagian wajah. Ayahnya bergerak cepat menyelamatkan Mudewali. Sedangkan Husna yang terjebak di antara kawanan gajah liar menjadi sasaran amukan. Jeris histeris minta tolong suami dan anaknya tak membuat hewan tersebut menghentikan aksi.

Husna dilaporkan tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepala bocor dari ubun-ubun sampai pangkal leher. Perut koyak dari pusat ke lambung tembus ke belakang. Bagian kemaluan terbelah dari anus sampai pusat. Tulang belakang remuk dan paha kiri kanan berlubang terkena tusukan.

Kabar duka itu baru merebak sekitar pukul 23.45 WIB.

Camat Pintu Rime Gayo, Drs Mukhtar bersama Kanit Intel Polsek Pintu Rime Gayo Bripka Arino didampingi seorang relawan RAPI Bener Meriah, Zul Abri (JZ01JUL) bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari Kepala Puskesmas Singah Mulo.

Zul Abri kepada Serambinews.com melaporkan, sesampai di TKP mereka menemukan korban dalam kindisi tak bernyawa bersimbah darah dengan tubuh tercabik-cabik.

“Musibah merenggut nyawa seperti ini terus terulang akibat tak kunjung tertanganinya gangguan gajah di wilayah kami,” kata Camat Mukhtar yang juga relawan RAPI dengan callsign JZ01JMT.(*)