stat counter Identik Budaya Hindu, Mahasiswa Lhokseumawe Minta Colour Fun Run Dibatalkan | Aceh Online Magazine

Identik Budaya Hindu, Mahasiswa Lhokseumawe Minta Colour Fun Run Dibatalkan

Ilustrasi Festival Holi di India. (c) india.com

Ilustrasi Festival Holi di India. (c) india.com

Atjehcyber.com – Forum Silaturrahmi Mahasiswa Lhokseumawe (FORSIMAL) meminta agar otoritas terkait untuk membatalkan kegiatan Colour Fun Run yang bakal digelar di Lapangan Labi-Labi Lhokseumawe pada Minggu, 1 Maret 2015 mendatang. Pasalnya, kegiatan ini dinilai identik dengan budaya Colour Party Holi di India.

“Holi atau Festival Warna adalah festival awal musim semi yang dirayakan di India, Nepal, Bangladesh, dan negara-negara yang memiliki penduduk beragama Hindu seperti Suriname, Guyana, Afrika Selatan, Trinidad, Britania Raya, Mauritius, dan Fiji. Acara Colour Fun Run ini mirip sekali dengan pesta holi. Kami menduga sepertinya panitia terinspirasi dari pesta tersebut. Hal ini diperkuat dari latar belakang publikasi dan bentuk acara,” kata Sanusi Madli, Ketua Dewan Pembina FORSIMAL, kepada Atjehpost.co, Kamis, 26 Februari 2015.

Ia mengatakan perayaan tersebut sangat tidak patut dilakukan oleh generasi muslim. Apalagi, menurut Sanusi, Aceh identik dengan syariat Islam.

“Sejatinya pesta yang membuat laki-laki bercampur baur dengan perempuan juga tidak patut dilakukan, apalagi diiringi dengan pesta tebar warna,” katanya.

Selain itu, Sanusi menilai, pesta ini tidak mencerminkan budaya daerah maupun budaya Islam.

“Kita memiliki budaya sendiri yang jauh lebih baik, beradab dan mulia. Kami khawatir kalau budaya orang sudah mulai dipraktekkan oleh generasi yang awam budaya lokal, maka secara perlahan-lahan kita hanya mengenal budaya orang dan meninggalkan budaya kita,” ujarnya.

Namun Sanusi mengakui tidak semua budaya luar harus dibendung selama berdampak positif bagi Aceh. Namun bila berdampak negatif tentu harus dijauhi.

“Kami berharap pihak pemerintah, kepolisian, maupun MPU tidak mengeluarkan izin terkait acara tersebut. Kami juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga dan membimbing anak anak kita dari prilaku atau sikap yang menyimpang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pemuda muslim yang ada di Lhokseumawe untuk tidak mengikuti acara yang bernuansa budaya Hindu tersebut.

“Kami mengajak masyarakat semua untuk sama-sama menjaga kota tercinta Lhokseumawe dari virus-virus luar, kita tentu tidak ingin tinta hitam kembali menetes di Lhokseumawe. Dulu ada kontes waria yang fenomenal di negeri syariat,” katanya.[]

You must be logged in to post a comment Login