stat counter Insiden Penembakan Simpatisan Partai Aceh, Kapolda Minta Maaf | Aceh Online Magazine

Insiden Penembakan Simpatisan Partai Aceh, Kapolda Minta Maaf

Korban tembakan polisi dirawat di RS Arun. Foto: Safrizal

Korban tembakan polisi dirawat di RS Arun. Foto: Safrizal

ATJEHCYBER.com – Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Polisi M Husein Hamidi mengatakan instansinya mengawal para simpatisan Partai Aceh yang akan menghadiri deklarasi akbar Partai Aceh di Banda Aceh. Edaran ini telah disampaikan kepada seluruh jajaran kepolisian di wilayah Aceh, jauh sebelum pelaksanaan deklarasi, hari ini.

“Pengawalan dan perlindungan ini dilakukan untuk menjaga semua orang yang terlibat dalam acara ini dan masyarakat Aceh secara keseluruhan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Goenawan, Sabtu (1/8).

Untuk membantu melancarkan kegiatan ini, kata Goenawan, polisi memberikan pengawalan kepada rombongan pendukung calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Aceh. Mulai titik keberangkatan. Di tingkat ini, keamanan mereka dikontrol oleh petugas di kepolisian resor setempat. Sedangkan untuk mengontrol jalur masuk dan keluar dan titik kumpul dikendalikan oleh Kepala Biro Operasi Polda Aceh.

Selain itu, tambah Goenawan, pihak polres di setiap daerah juga merazia rombongan pendukung untuk mengantisipasi keberadaan senjata tajam, senjata api, bahan peledak dan narkoba.

Di wilayah hukum Polres Lhokseumawe, kemarin malam, polisi menahan enam orang penumpang sebuah minibus yang ikut dalam konvoi massa itu. Saat dirazia, polisi menemukan satu paket sabu dan sebuah alat hisab. Semuanya warga Idi Rayek, Aceh Timur.

Insiden lebih parah terjadi saat Polres Lhokseumawe meningkatkan kualitas razia tersebut. Muhammad (37), warga Idi Rayeuk, Aceh Timur, nekat menabrak barikade polisi dengan Xenia hitam bernomor polisi BL 573 AF.

Untuk menghentikan Muhammad, polisi melepaskan tembakan, namun sopir tersebut tetap melaju kencang menuju Banda Aceh. Akibat insiden ini, seorang penumpang, Melawati (22), terluka terkena serpihan peluru.

“Saat ini, korban mendapatkan perawatan. Kondisinya tidak mengkhawatirkan menurut keterangan dokter yang memeriksa,” kata Goenawan. Muhammad yang menyerah mengaku nekat menerobos karena tidak membawa surat-surat berkendara.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Kapolda Aceh telah men gambil langkah memerintahkan kepada Kapolres Lhokseumawe untuk memeriksa anggota kepolisian yang menembak.

Kepolisian juga berjanji untuk menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban. “Kapolda Aceh sangat menyesalkan kejadian tersebut, dan meminta maaf kepada seluruh warga serta pendukung Partai Aceh,” kata Goenawan.(Ajnn.net)