Home Nanggroe Irwan Djohan: Media Harus Peka Terhadap Syariat Islam

Irwan Djohan: Media Harus Peka Terhadap Syariat Islam

378
0
SHARE

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, T Irwan Djohan. (c) Ist
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) Aceh, T Irwan Djohan. (c) Ist

Atjehcyber.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Irwan Djohan, meminta media massa, baik cetak maupun online, untuk peka terhadap syariat Islam. Ini dinilai penting karena media massa juga dianggap bagian pendidik dan pembentuk karakter masyarakat.

“Saya berharap kepada seluruh media-media  yang beredar di Aceh, terutama media-media asli terbitan Aceh, baik media cetak, elektronik, atau online, agar lebih selektif menampilkan foto-foto yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Terutama foto-foto yang menampakkan aurat secara terang-terangan,” ujar Irwan Djohan, Rabu malam, 21 Januari 2015.

“Kalau sekadar tampak rambut, masih bisa ditolerir. Namun kalau kelihatan bagian-bagian tubuh lain yang seharusnya tertutup, untuk Aceh saya rasa tidak cocok. Karena warga Aceh mayoritas Muslim, dan Aceh menerapkan syariat Islam, jadi foto-foto yang tidak sesuai syariat sebaiknya tidak ditampilkan terang-terangan,” katanya lagi.

Kalaupun foto itu terkait dengan berita, kata Irwan, sehingga memang harus ditampilkan, misalnya foto atlet olahraga yang berkostum semi terbuka, sebaiknya fotonya dikaburkan atau dipotong.

“Saya perhatikan saat ini masih banyak media lokal Aceh yang menampilkan foto-foto orang yang auratnya terbuka dan kurang sesuai syariat Islam. Padahal orang yang melihat media tersebut bukan cuma orang dewasa, tapi juga anak-anak kecil. Saya khawatir dengan hal ini, karena bisa memengaruhi pikiran anak-anak yang belum dewasa,” kata politisi Nasdem ini lagi.

Selain foto, Irwan juga berharap agar dalam menyajikan berita-berita kriminal, seperti  kejahatan seksual, seperti pemerkosaan, pelecehan, atau perbuatan mesum,  harus lebih memilih judul dengan kata-kata yang tidak vulgar.

“Karena banyak pembaca berita tersebut yang masih berusia belia, dan anak-anak biasanya punya sifat penasaran dan keinginan meniru. Saya mohon media-media Aceh jeli dan memerhatikan serius masalah ini. Meskipun kita belum punya kemampuan membatasi akses internet, dan tidak mungkin mencegah media cetak nasional yang masuk ke Aceh, tapi paling tidak media lokal Aceh punya perhatian akan hal ini,” ujarnya lagi.[]