Home Nanggroe Jokowi Batal ke Aceh

Jokowi Batal ke Aceh

752
0
SHARE

20150715_AAN6409_WEB-920x630

Atjehcyber.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) urung datang ke Aceh untuk menghadiri peringatan Hari Nusantara Nasional XIV yang dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Kota Banda Aceh, 13 Desember 2015. Sebagai gantinya, Presiden mengutus Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menghadiri acara tersebut.

Informasi tentang batalnya Presiden Jokowi ke Banda Aceh diterima Serambi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs Dermawan MM di Banda Aceh, Selasa (8/12) siang. “Kami baru mendapat laporan dari Kepala Biro Umum Setda Aceh, Teuku Aznal Zahri yang hadir dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Hari Nusantara XIV dengan panitia pusat di Kantor Wapres di Jakarta,” kata Dermawan.

Sebagaimana pernah diberitakan, Presiden Jokowi akan menghadiri acara penting tersebut pada 13 Desember. Tapi perkembangan terbaru, Kepala Negara hanya mengutus Wapres Jusuf Kalla mewakili dirinya ke Banda Aceh untuk menghadiri undangan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjadi panitia pelaksana pusat peringatan Hari Nusantara(Harnus) Nasional Ke-14 itu.

Namun, Sekda Dermawan tidak menjelaskan penyebab Presiden Jokowi tak bisa hadir pada peringatan Harnus tersebut. Ia hanya mengatakan, Presiden Jokowi menugaskan Wapres untuk hadir.

Teuku Aznal yang dikonfirmasi ulang kemarin mengatakan, pihak Protokoler Wapres dan Kementerian ESDM yang memimpin rapat tersebut tidak menjelaskan secara rinci mengapa bukan Presiden Jokowi langsung yang menghadiri peringatan Harnus tersebut.

Di akhir rapat kemarin, kata Aznal, pihak Protokoler Wapres bersama Kementerian ESDM mengingatkan, meski bukan Presiden Jokowi yang akan hadir pada peringatan Harnus tersebut, namun persiapan, agenda, dan kemeriahan acaranya tak boleh kurang. Semuanya harus sesuai dengan agenda standar acara peringatan Harnus yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Malah kalau bisa acaranya lebih meriah lagi daripada acara sebelumnya.

Pada peringatan Harnus Nasional itu, kata Aznal, Wapres akan menandatangani prasasti peresmian Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo dan peresmian Kawasan Industri Perikanan Lampulo. Termasuk meresmikan pabrik es dan cold storage (gedung tempat penyimpanan ikan agar tetap segar) yang telah dibangun tahun ini oleh investor dari Medan yang berada di Kawasan Industri Perikanan Lampulo.

Selain itu, masih ada beberapa agenda lain, yaitu pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi secara nasional di bidang kelautan dan perikanan.

Berikutnya, penyerahan bantuan kepada nelayan, antara lain, bantuan lampu petromaks dan peralatan nelayan lainnya.

Untuk lebih memeriahkan acara peringatan Harnus di Lampulo itu, kata Sekda dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Teuku Diauddin, akan ada kenduri laut.

Kenduri ini bakal dihadiri 3.000-5.000 nelayan dari berbagai daerah bersama ke luarganya. Acara kenduri laut itu, dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Harnus 13 Desember, ditambah dengan parade dan atraksi kapal perang RI yang telah tiba sebanyak delapan unit di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Baru.

“Insya Allah peringatan Harnus XIV di Lampulo Banda Aceh nantinya akan menjadi sangat meriah dan tidak kalah dengan acara peringatan Harnus sebelumnya,” kata Dermawan.

Sementara itu, Teuku Diauddin mengatakan, hingga Selasa kemarin, menjelang peringatan Harnus tersebut, panitia pusat dan daerah terus berupaya menyiapkan pameran di lokasi acara.

Sampai Selasa sore, sudah siap 97 persen, dan pada hari ini acaranya akan dibuka Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah. Pemerintah Aceh, lanjut Dermawan, akan memberikan pelayanan terbaik demi kesuksesan peringatan Hari Nusantara XIV di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo.

“Ini perlu kita lakukan, untuk memperlihatkan kepada 33 provinsi lainnya di Indonesia bahwa Pemerintah Aceh bersama rakyatnya yang berjumlah 5,7 juta jiwa, pascasebelas tahun gempa bumi dan tsunami, sudah bangkit di berbagai sektor dan bidang usaha. Termasuk bidang kelautan dan perikanan,” ujar Dermawan. (her)

Sumber: Harian Serambi Indonesia