stat counter Jual Nasi Disiang Hari, Toko De' Bread Digerebek WH | Aceh Online Magazine

Jual Nasi Disiang Hari, Toko De’ Bread Digerebek WH

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh memboyong pemilik dan pekerja toko kue dan makanan yang terjaring razia di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Dalam razia tersebut petugas berhasil menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh memboyong pemilik dan pekerja toko kue dan makanan yang terjaring razia di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Dalam razia tersebut petugas berhasil menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari. SERAMBI/BUDI FATRIA

Atjehcyber.com – Anggota Satpol PP dan WH Provinsi Aceh, Sabtu (20/6), mengamankan Meri (52) pemilik Toko De’ Bread yang berada di Jalan WR Supratman, Peunayong, Banda Aceh. Ia ditangkap bersama delapan pekerjanya karena kedapatan menjual nasi dan bubur pada siang hari dalam bulan Ramadhan.

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Petugas Satpol PP dan WH Provinsi Aceh menyita nasi dan kue yang dijual pada pagi hari di salah satu toko kue dan makanan di kawasan Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (20/6). Petugas juga memboyong pemilik dan pekerja toko tersebut untuk dibina di kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Kesembilan warga yang ditangkap tersebut bersama sejumlah barang bukti dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Aceh untuk dimintai keterangannya dan diberi pembinaan. Enam orang termasuk dua laki-laki di antaranya adalah muslim, sedangkan tiga lagi warga Tionghoa, termasuk Meri./MenatapAceh.com

You must be logged in to post a comment Login