stat counter Kapolda Aceh: LP di Aceh Penuh Napi Narkoba | Aceh Online Magazine

Kapolda Aceh: LP di Aceh Penuh Napi Narkoba

Police display almost 4,700 kilos of div

Atjehcyber.comKapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi mengatakan, hampir semua Lembaga Permasyarakatan (LP) di Aceh dipenuhi dengan napi kasus narkoba. Hal itu membuktikan tingkat peredaran narkoba dan sejenisnya di Aceh telah sangat memprihatinkan.

“Jumlah kasus narkoba berada pada peringakat pertama di Aceh dibandingkan kasus kriminal lainnya. Sehingga hampir semua rutan sesak dengan napi narkoba,” kata Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, saat menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Kayee Panyang, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Minggu (15/3).

Ia mengatakan, pengaruh narkoba berimbas akibat terjadinya dekadensi moral generasi muda Aceh. Salah satunya bisa berimbas kepada permasalahan seksual. Kecuali itu, kata Husein Hamidi, pengaruh narkoba juga menyebabkan generasi muda berprilaku sombong dan tidak menghormati orang tua. Tidak heran, katanya, kerap kali ditemukan kasus pelanggaran lalulintas di jalan raya, serta ada anak yang melawan orang tua.

“Anak muda mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan. Mereka sering menerobos lampu merah. Jika pun ada polisi di pinggir jalan, anak muda memperlihatkan sikap bangganya telah menerobos lampu merah. Melalui momentum maulid Nabi saya mengajak semua pihak membantu polisi memberantas narkoba,” kata Husein Hamidi.

Dosen Pascasarjana Universitas Islam Neger (UIN) Jakarta, Tgk Dr Rusli Hasbi LC MA dalam ceramah maulid itu mengatakan, hingga kini peredaran narkoba sudah menembus pelosok gampong di Aceh. Katanya, ironisnya masih ada gampong di Aceh belum masuk listrik, tapi narkoba telah lebih dahulu masuk ke gampong tersebut.

Untuk itu, katanya, semua orang tua harus mengontrol dan membimbing anaknya, agar tidak terpengaruh dengan narkoba. Katanya, membentengi generasi muda agar tak terpengaruh narkoba lebih penting. Karena mengajar anak-anak mengaji sejak dini itu sangat penting. Selama ini, katanya, sudah sangat jarang terdengar anak-anak belajar mengaji di meunasah-meunasah dalam desa. Sehingga, jangan heran sebagian remaja Aceh kini banyak yang tak bisa baca Alquran.

“Saat ini kita jangan melempar tanggung jawab pada polisi, dayah dan lembaga pendidikan. Akan tetapi, semua elemen harus bertanggung jawab memerangi narkoba,” kata Dr Rusli Hasbi.

Hadir pada maulid tersebut, Kajati Aceh Tarmizi Amin, Wakil Bupati Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE MSi, Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf M Mahmud Suharto Amir dan Waka Polres Pidie, Kompol H Nazaruddin SH MM.

You must be logged in to post a comment Login