stat counter Kecaman Mengalir dari Serambi Mekah | Aceh Online Magazine

Kecaman Mengalir dari Serambi Mekah

1412157482kpk-is-in-our-hearts

Atjehcyber.com – Kecaman atas penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto oleh polisi juga mengalir dari Aceh yang antara lain disuarakan oleh aktivis Gerakan Antikorupsi (GeRAK) dan mahasiswa.

GeRAK Aceh menggelar aksi #saveKPK di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (23/1) sore. Aktivis GeRAK memakai topeng para komisioner KPK dan memegang selembar kain panjang bertuliskan “#SaveKPK Demi Kebenaran dan Keadilan Indonesia”.

Koordinator Aksi, Mahmudin mengatakan, GeRAK dengan tegas mengecam tindakan Polri yang menangkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto. Penangkapan yang dilakukan polisi ada terindikasi ada permainan yang sudah dirancang. GeRAK meminta Mabes Polri untuk segera membebaskan Bambang.

Menurut GeRAK Aceh, penangkapan Bambang erat kaitan dengan penetapan calon Kapolri sebagai tersangka oleh KPK. Hal itu dinilai sebagai upaya melemahkan lembaga yang selama ini konsisten dalam memberantas korupsi di Indonesia. “Bukan hanya penangkapan Bambang, kemarin juga sempat disebarkan foto Abraham Samad yang diedit bersama Putri Indonesia,” tegasnya. Serangkaian persitiwa itu, katanya, memang jelas sebagai upaya melemahkan KPK kepada publik yang dirancang begitu rapi oleh kalangan-kalangan tertentu.

Aksi ke Mapolda
Pada waktu hampir bersamaan, aktivis dan akademisi serta elemen mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Aceh melancarkan aksi diam sebagai bentuk protes sekaligus solidaritas untuk menyelamatkan KPK dari konspirasi politik yang sedang dibangun para pemangku kebijakan di Jakarta. Demo itu digelar di trotoar pinggir Jalan T Nyak Arif, depan pintu gerbang Mapolda Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/1) sore.

Aksi demo selamatkan KPK itu dimulai sekitar pukul 15.20 WIB melibatkan sekitar 45 aktivis, akademisi, dan pendukung KPK. Pantauan Serambi, para demonstran hanya diam terpaku dan sesekali terlihat mengumbar senyum ke arah jurnalis yang meliput aksi itu. Di baju para demonstran ditempel sejumlah tulisan, di antaranya bertuliskan #SaveKPK, #SaveIndonesia. Hingga aksi berakhir, tak ada seorang pun personel yang berjaga-jaga mengawasi jalannya demo apalagi pejabat Polda Aceh yang menjumpai para pengunjuk rasa.

“Banyak pihak saat ini sedang merancang sebuah skenario politik untuk menghancurkan dan melemahkan KPK. Bahkan kali ini banyak pihak yang terlibat, selain Polri, DPR RI sampai partai politik pengusung ikut terlibat kuat ingin melemahkan KPK. Para perancang skenario ini menginginkan KPK dibubarkan. Kami lihat konflik cicak vs buaya untuk jilid II telah dimulai. Karena itu kami dari aktivis, akademis, dan mahasiswa, meminta seluruh masyarakat Aceh, ayo sama-sama kita selamatkan KPK,” teriak Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian.

You must be logged in to post a comment Login