Home Nanggroe Keudee Dibuka, Orok Didapat

Keudee Dibuka, Orok Didapat

808
0
SHARE

Anggota Polsek Tangse, Pidie bersama anggota Polres Pidie menyelamatkan bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di persimpangan Simpang Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse. Kini bayi tersebut telah di selamatkan di Mapolres, Selasa (2/3). PROHABA /IDRIS ISMAIL
Anggota Polsek Tangse, Pidie bersama anggota Polres Pidie menyelamatkan bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di persimpangan Simpang Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse. Kini bayi tersebut telah di selamatkan di Mapolres, Selasa (2/3). PROHABA /IDRIS ISMAIL

Atjehcyber.com – Warga Desa Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kardus sekira pukul 08.00 WIB, Minggu (1/3). Bayi malang itu yang dibuang oleh ‘pembuatnya’ itu diperkirakan masih berusia dalam hitungan jam.

Waka Polres Pidie, Kompol H Nazaruddin MM didampingi Kapolsek Tangse, Ipda Bustami, Senin (2/3) mengaku, sudah menerima laporan penemuan bayi di Tangse.

Adapun kondisi bayi saat ditemukan sehat dan tali pusatnya belum jatuh. Rambutnya lurus dan berhidung mancung. “Kini bayi ini kami serahkan ke rumah sakit umum Tgk Chik Di Tiro Sigli guna dirawat,”  katanya.

Dijelaskan, ihwal penemuan bayi itu bermula ketika seorang warga di Desa Blang Dhot, Tangse hendak membuka keudee (kedai)nya sekira pukul 08.00 WIB, Minggu (1/3). Tiba-tiba si pemilik kedai mendengar suara tangis bayi dari satu kardus terletak di tanah depan kedai.

Lalu, dihampiri oleh pemilik kedai dan ia terkejut mendapati bayi dibalut kain batik panjang tergeletak di dalam kardus. Di samping bayi ada satu dot, susu satu kotak, bedak bayi, minyak angin dan selembar kain batik.

Berita temuan itu langsung menghebohkan warga yang segera mendatangi lokasi. Kebetulan tak jauh dari kedai juga ada rumah seorang polisi sehingga diteruskan laporan itu kepada hamba hukum tersebut.

Sosok orok malang itu dibawa ke Polsek Tangse lalu diinapkan Puskesmas Tangse, satu malam. Baru pada Senin (2/3) dibawa ke Mapolres Pidie selanjutnya diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli.

PPT ini merupakan badan bentukan Pemkab Pidie menangani berbagai kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. PPT ini terdiri dari unsur kepolisian, RSUD Tgk Chik Ditiro, ulama dan unsur terkait lainnya.

Sementara itu, hingga kemarin bayi berkulit putih itu belum diketahui siapa pemiliknya. “Sangat disayangkan jika ada ibu serta lelaki yang tega berbuat begitu pada darah dagingnya sendiri. Harusnya jangan membuang bayi yang tak berdosa,” ujar seorang warga saat melihat bayi di Mapolres Pidie, kemarin.