stat counter Kibarkan Bulan Bintang di Bawah Laut Sabang, Safrina Diperiksa Polisi | Aceh Online Magazine

Kibarkan Bulan Bintang di Bawah Laut Sabang, Safrina Diperiksa Polisi

Foto yang beredar di media sosial tentang pengibaran bendera Bintang Bulan di bawah laut Pantai Iboih, Kota Sabang, Minggu (29/11) siang.

Foto yang beredar di media sosial tentang pengibaran bendera Bintang Bulan di bawah laut Pantai Iboih, Kota Sabang, Minggu (29/11) siang.

Atjehcyber.com – Safrina Dewi (26), asal Banda Masen, Kota Lhokseumawe, harus berurusan dengan pihak berwajib, karena nekat mengibarkan bendera Bintang Bulan di bawah laut Pantai Iboih, Kota Sabang, Minggu (29/11) siang. Hingga Senin kemarin, Safrina bersama suaminya yang berkebangsaan Malaysia, masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Sabang.

Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsih SH, melalui Kasat Intelkam Ipda Andri Permadi SIK, kepada Serambi, Senin (30/11) mengatakan, Safrina Dewi (26) dan suaminya, Rusydan, diboyong ke Mapolres, Senin (30/11) pagi.

Keduanya dijemput dari penginapan mereka di Iboih dan dibawa ke mapolres untuk dimintai keterangan terkait dengan pengibaran bendera Bintang Bulan yang dilakukan Safrina bersama seorang pemuda Sabang di bawah laut Iboih, Minggu sekitar pukul 11.20 WIB.

Dari pemeriksaan awal, Safrina mengaku sebagai diver (penyelam) sekaligus guide (pemandu) untuk Kementerian Belia dan Sukan (KBS) Malaysia yang sedang bertamasya ke Sabang.

Pengibaran bendera itu, menurut Safrina kepada penyidik, tidak ada maksud apa pun, kecuali untuk mempromosikan potensi wisata bawah laut Kota Sabang.

Ia juga mengaku tak bermaksud memublikasi aksi pengibaran bendera yang belum mendapat restu dari Pemerintah Indonesia itu di media massa, sehingga menuai pro-kontra di kalangan masyarakat.

Safrina mengaku hanya memposting foto-foto di bawah laut itu kepada teman-temannya sebagai pemberitahuan bahwa ia sudah tiba di Sabang. Safrina menyatakan keberatan aksi pengibaran bendera tersebut dimuat di salah satu media online tanpa pernah dikonfirmasikan kepadanya.

Sementara itu, kepada Serambi yang menemuinya di Mapolres Sabang kemarin, Safrina Dewi mengaku tiba di Sabang pada Sabtu (28/11). Ia datang bersama suami dan sepuluh warga Malaysia lainnya dengan tujuan untuk menyelam (diving) di Pantai Iboih yang bening dan bersih.

Ia mengaku sudah sering membawa tamu asing untuk diving dan masing-masing mereka membawa bendera kantor hingga ke dasar laut untuk kemudian difoto.

Melihat hal itu, ia pun tertarik untuk membawa bendera Bintang Bulan. Bendera yang mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) namun sudah disetujui DPRA sebagai bendera Aceh itu dia minta dari Zul, warga Kandang, Aceh Utara, dua pekan lalu.Bendera itu sudah pernah pula dibawa ke Pulau Penang, namun tak dikibarkan, karena kondisi airnya keruh.

Kepada Serambi ia tegaskan bahwa pengibaran bendera Bintang Bulan di bawah laut Pantai Iboih itu tak ada maksud apa pun, kecuali karena rasa cinta dan bangganya dengan jati diri orang Aceh. Di samping keinginan untuk mempromosikan pariwisata Sabang.

Dalam pengibaran bendera itu, kata Safrina, ia tidak melibatkan suami dan warga Malaysia lainnya yang merupakan grup diving-nya. Semua mereka hanya ikut menonton sambil diving. Dalam mengibarkan bendera itu, Safrina justru dibantu Putra, warga setempat.

“Bendera Bintang Bulan itu dikibarkan di bawah laut, karena saya terinspirasi dari pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut pada 17 Agustus lalu,” katanya. (az)

Sumber: Harian Serambi Indonesia

You must be logged in to post a comment Login