stat counter Klub Sepak Bola Aceh Ancam Hengkang dari NKRI | Aceh Online Magazine

Klub Sepak Bola Aceh Ancam Hengkang dari NKRI

204332_267424_Nasir_Jamil_2

Pada masa reses penutupan sidang III DPR, anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menemui konstituennya di Nagroe Aceh Darussalam. Salah satu aspirasi yang masuk ke politikus PKS itu adalah soal kisruh persepak bolaan nasional pasca-pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

Nasir dalam masa reses kali ini menerima sejumlah pemilik klub dan para pelaku sepak bola di Banda Aceh, Rabu (6/5). Dalam pertemuan itu politisi Nasir mendengarkan keluhan demi keluhan pasca-dibekukannya PSSI oleh Kemenpora.

“Kami tidak menyetujui keputusan Menpora, kedepan apa yang akan diambil PSSI, itu yang akan kami ikuti. Walaupun saat ini klub kami hancur gara-gara keputusan itu. Karena kami tidak bisa berkompetisi lagi,” ujar pemilik klub sepak bola PS Pidie Jaya Muhammad Zakaria dalam rilis yang dikirim ke JPNN.com, Rabu (6/5).

Bahkan pria yang akrab disapa Bang Jack ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah ikut jika nantinya Kemenpora mengurus persepak bolaan Indonesia. Jack menilai, sikap Menpora tak lebih dari mementingkan kepentinganya sendiri.

“Menpora tak memikirkan masyarakat ramai, pemain sepak bola dan lainnya, dia cuma ingin niatnya sendiri saja, akan banyak pengangguran di Aceh ini, masa kita harus demo,” tegasnya.

Jack berharap Menpora mencabut keputusannya dan tunduk kepada Statuta FIFA. Karena induk sepak bola saat ini FIFA bukan Kemenpora. Lebih jauh ia pun menjelaskan keputusan Kemenpora membekukan PSSI berdampak luas terhadap kondisi persepak bolaan di Aceh.

Bahkan ia mengungkapkan langkah Menpora tersebut benar-benar tidak memahami hobi masyarakat Aceh. Sekarang ini yang ada di isi kepala masyarakat Aceh adalah sepak bola, tidak ada yang lain. 40 persen pemuda di Aceh mengandrungi sepak bola.

“Kalau NKRI tidak segera menyelesaikan persoalan ini, Menpora tidak segera mencabutnya, maka kami akan hengkang dari NKRI untuk bertanding di luar negeri misalnya di Malaysia, Singapura dan lain-lain,” pungkasnya.

Mendengar keluhan tersebut Nasir Djamil berniat untuk segera menyurati pimpinan DPR agar persoalan ini segera diselesaikan di Komisi X.

“Sebagai wakil rakyat dari Aceh, saya tentu prihatin dengan kondisi ini. Saya akan melakukan langkah kongkrit menanggapi aspirasi para pecinta sepak bola Aceh. Pembekuan PSSI ini memberikan ketidakpastian terhadap pelaku sepakbloa khususnya di Aceh,” ucapnya.

Menurutnya, dalam keputusan pembekuan PSSI oleh Kemenpora lebih pada kepentingan politik ketimbang pembenahan PSSI. Maka komisi terkait yakni Komisi X DPR harus secepatnya memanggil Menpora Imam Nahrawi.

“Menpora harus jujur dan terbuka, supaya masyarakat bisa tahu. Kita berharap Menpora punya sikap jangan sampai mendengar bisik-bisik yang tidak jelas seperti yang muncul di internal pelaku sepak bola tanah air ini,” tandasnya.

“Jangan sampai Menpora Imam Nahrawi dikenang publik sebagai penghancur PSSI, kita kan tidak main sendiri, bukan di dunia sendiri ada FIFA. Dalam hal ini kita khawatir sanksi dari FIFA. Bahkan saya menduga jangan-jangan Presiden Jokowi tidak tahu persoalan ini,” pungkasnya.

You must be logged in to post a comment Login