stat counter Lagi, Mitan Oplosan Telan Korban | Aceh Online Magazine

Lagi, Mitan Oplosan Telan Korban

DASMIATI (50), warga Desa Pantee Cermin, Babahrot, Aceh Barat Daya terbaring dalam perawatan di Ruang ICCU RSUD Teungku Peukan, Kamis (14/1/2015). Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut mengalami luka terbakar antara 60 sampai 70 persen akibat meledaknya lampu teplok menggunakan mitan yang diduga oplosan pada Rabu malam. SERAMBI/ZAINUN YUSUF

DASMIATI (50), warga Desa Pantee Cermin, Babahrot, Aceh Barat Daya terbaring dalam perawatan di Ruang ICCU RSUD Teungku Peukan, Kamis (14/1/2015). Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut mengalami luka terbakar antara 60 sampai 70 persen akibat meledaknya lampu teplok menggunakan mitan yang diduga oplosan pada Rabu malam. SERAMBI/ZAINUN YUSUF

Atjehcyber.com – Minyak tanah (mitan) yang diduga bercampur bensin (oplosan) kembali menelan korban di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Dasmiati (50), warga Desa Pantee Cermin, Kecamatan Babahrot, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP), Rabu (14/1) malam karena terbakar akibat meledaknya lampu teplok yang minyaknya diduga mitan oplosan.

Dasmiati merupakan korban pertama pada tahun ini di Abdya. Peristiwa itu membuat daftar korban akibat meledaknya lampu teplok bermitan oplosan di Abdya semakin panjang. Tahun lalu tercatat 18-20 warga Abdya korban luka bakar akibat penggunaan mitan oplosan. Dua di antaranya bahkan berakhir dengan kematian.

Di sisi lain, meskipun korban terus berjatuhan, namun polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku mitan oplosan tersebut. Amatan Serambi kemarin, Dasmiati yang sejak Rabu (14/1) malam sampai Kamis (15/1) kemarin dirawat di ruang Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) RSUD-TP di Padang Meurantee, Ujong Padang, Susoh, kondisi luka bakarnya parah. “Luka bakar berkisar antara 60 sampai 70 persen,” kata dokter yang menanganinya, Ismail Muhammad SpB.

Said Thahir, salah satu anak korban kepada Serambi menjelaskan, peristiwa itu terjadi Rabu sekira pukul 21.00 WIB di ruang keluarga rumah korban, Desa Pantee Cermin, Kecamatan Babaharot. Saat itu korban menuangkan mitan dari jeriken ke dalam lampu telplok. Begitu dia sulut sumbu lampu dengan macis, api langsung menyambar, dan teploknya meledak.

Kobaran api dari teplok yang meledak langsung membakar pakaian di tubuh Dasmiati. Korban menjerit-jerit minta tolong. Salah satu anak perempuan korban, dibantu warga, bergegas memberi bantuan. Tapi api begitu cepat membakar, sehingga kaki, tangan, dan pinggul korban  luka parah.

Ia langsung dilarikan ke Puskesmas Babahrot di Desa Pantee Rakyat, kemudian dirujuk dengan ambulans ke RSUD Teungku Peukan di Padang Meurantee yang berjarak sekitar 32 km dari Babahrot.

Anggota keluarga korban menjelaskan, mitan yang diduga hasil oplosan itu dibeli korban di kawasan Geulanggang Gajah atau Pasar Lamainong, Kecamatan Kuala Batee.

Sejumlah warga yang melihat korban dalam perawatan di ruang ICCU RSUD-TP, Kamis kemarin, mengatakan sangat prihatin. Terlebih karena korban akibat meledaknya teplok yang diduga menggunakan mitan oplosan kian bertambah, namun pelakunya belum tertangkap.

Warga meminta polisi bekerja keras mengusut kasus mitan oplosan itu karena semakin meresahkan dan membahayakan. “Bila tidak, korban terus berjatuhan, sementara mitan oplosan terus beredar bebas di pasaran,” kata seorang ibu rumah tangga asal Babahrot.

You must be logged in to post a comment Login