stat counter Mahasiswa Asal Manggeng Menghilang dari Kost | Aceh Online Magazine

Mahasiswa Asal Manggeng Menghilang dari Kost

Atjehcyber.com – Riza Primadi (26) warga Pante Cermen, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sejak Minggu (9/8) dini hari, dilaporkan hilang dari tempat kostnya di Jalan Pusara, Nomor 17, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Raibnya mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Bina Cendikia Indonesia (STT-BCI) tersebut, bersama sepeda motor Yamaha Vixion BL 6412 CF miliknya, telah dilaporkan ke Polresta Banda Aceh.

Tarmuddin (59) ayah kandung korban, mengatakan, selama ini tidak ada persoalan baik dalam keluarga serta dengan pihak kampus tempat anaknya kuliah. Karena diakui jika Riza, anaknya itu seorang periang dan humoris. “Terakhir kali saya ketemu, pada hari Kamis 6 Agustus 2015, saat saya mengikuti pelatihan di Banda Aceh. Malah pada saat itu dia meluapkan kebahagiaannya dengan mengatakan telah lulus tes untuk mengikuti pelatihan di BLKI dan besoknya ingin daftar ulang,” kata Tarmuddin yang juga Kepala SDN 3 Tangan-tangan, Abdya, kepada Prohaba, Rabu (12/8).

Ia menjelaskan, raibnya Riza, pertama kali diketahui oleh Ade Qusrinda (17) yang juga adik Riza yang baru tiba di Banda Aceh untuk mengikuti tes di UIN-Ar Raniry, Minggu (9/8) dini hari pukul 04.00 WIB. “Begitu masuk ke kamar kos abangnya menggunakan kunci cadangan lainnya, Ade, anak saya itu tidak mendapati abangnya di kos. Kamarnya sudah rapi dan di sana hanya tertinggal secarik kertas ditulis tangan dengan kata-kata minta maaf atas kesalahannya kepada kami sebagai orang tuanya dan Ir, seorang teman wanitanya,” ujar Tarmuddin.

Mengenai surat yang ditinggalkan itu, Tarmuddin, mengaku tidak percaya, meski dia tahu kata-kata yang ada di kertas itu tulisan tangan anaknya. “Saya kenal betul bagaimana kepribadian anak saya itu, sehingga saya belum bisa percaya dengan apa yang dia tulis di kertas itu. Tapi, kalau benar begitu saya yakin ada sesuatu yang mungkin tidak kami ketahui,” sebutnya.

Tarmuddin beserta istri dan keluarga besarnya mengaku bingung harus berbuat apa dan kemana harus mencari anaknya itu. Karena hampir semua tempat dan saudaranya dihubungi dan tidak ada yang mengetahuinya. Pun demikian dengan pemilik kontrakan yang tinggal di kompleks anaknya tinggal serta teman kampusnya yang lain.

Dua Hp anaknya itu ikut ditinggal di kost, tetapi kedua kartu Hp-nya dibawa. “Selama ini memang tidak ada persoalan apapun. Bahkan dalam keluarga kami sangat harmonis dan selalu berkomunikasi saling menanyakan kabar. Kami bingung, karena ibunya tidak henti-hentinya menangis dan saya khawatir beliau jatuh sakit. Karena itu kepada siapa yang tahu keberadaan anak kami ini beserta sepeda motor Yamaha Vixionnya BL 6412 CF, tolong laporkan kepada kami,” pinta Tarmuddin.

Ia sangat mengharapkan bantuan semua pihak yang melihat anaknya itu dengan menghubungi nomor Hp 085261820460 atas nama dirinya dan 085277571333 Firda, abang korban.(mir)

Berita Terkait:

You must be logged in to post a comment Login