Home Nanggroe Mahasiswa Serahkan Koin untuk ‘PM Abbott’

Mahasiswa Serahkan Koin untuk ‘PM Abbott’

299
0
SHARE

sumber foto : Serambi
sumber foto : Serambi

AtjehCyber.com |   Banda Aceh – Mahasiswa dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Meulaboh, Senin (23/2) kemarin menggelar aksi teatrikal berupa prosesi penyerahan uang koin kepada seorang mahasiswa bertopeng yang mereka imajinasikan sebagai sosok “Tony Abbott”, Perdana Menteri (PM)Australia.

Uang itu dimaksudkan sebagai pengembalian bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan Australia kepada Aceh pascatsunami. Kini bantuan itu dikembalikan sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap pernyataan Abbott yang mengait-ngaitkan bantuan untuk korban tsunami Aceh dengan upayanya melobi Pemerintah RI agar tak mengeksekusi mati dua warga negaranya yang menyelundupkan heroin ke Indonesia.

“Aksi tiga mahasiswa korban tsunami asal Aceh Barat ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan PM Abbott. Uang receh itu sebelumnya digalang dari para pengguna jalan di Simpang Kisaran, Meulaboh,” kata Rahmad Ozer, koordinator aksi, kepada wartawan.

Aksi teatrikal dan penggalangan koin itu sempat mendapat perhatian para pengguna jalan di Meulaboh. Selain uang receh juga ada pengguna jalan yang menyerahkan uang kertas. Penggalangan koin tersebut diliput oleh sejumlah jurnalis lokal dan nasional.

“Aksi yang kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa korban tsunami terhadap PM Abbott yang mengungkit kembali bantuan yang pernah mereka salurkan sepuluh tahun silam untuk korban tsunami di Aceh,” ujar Rahmad Ozer.

Rahmad menyatakan, PM Abbott harus segera menyampaikan permohonan maaf kepada warga Aceh dan Indonesia karena bantuan yang diberikan itu murni bantuan kemanusiaan.

“Kami juga mendukung Pemerintah Indonesia yang menghukum mati gembong narkoba asal Australia itu karena ulah kedua gembong itu anak Indonesia menjadi korban,” kata Rahmad.

Sementara itu, korban tsunami yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, hingga Senin kemarin masih menggalang koin dan membuka posko lelang batu giok di Endatukupi Meulaboh. “Aksi ini akan terus kami lancarkan hingga PM Abbott menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh,” kata Koordinator GPRS, Edi Candra kepada Serambi.

Edi menambahkan, penggalangan dana dari batu giok diharapkan akan menjadi dana tambahan dan nantinya akan digabungkan dengan uang koin yang kini sedang digalang mahasiswa korban tsunami asal Aceh Barat di Meulaboh.

“Kami juga meminta Gubernur Aceh perlu segera mengeluarkan kebijakan memboikot kedatangan warga Australia di Aceh dan semua produk mereka, sehingga menjadi pelajaran bagi Perdana Menterinya agar tidak main-main dengan Aceh,” ungkap Edi.

Di Banda Aceh kemarin belasan orang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menggelar unjuk rasa di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Mereka mendesak PM Australia, Tony Abbott meminta maaf kepada rakyat Aceh atas pernyataannya itu. Abbott mengeluarkan pernyataan itu karena Presiden Jokowi tidak mengabulkan garansi kepada dua gembong narkoba asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang akan dihukum mati. Abbott coba menyampaikan pesan bahwa jasa Australia yang begitu besar sangat layak ditukar dengan dua warganya agar tak dihukum mati.

“Bagi kami rakyat Aceh, ini sangat menjatuhkan harga diri kami. KAMMI sudah bergerak dengan melakukan penggalangan #KoinUntukAustralia, seberapa pun terkumpul itulah usaha kami mempertahankan marwah bangsa ini. Dan ini akan menjadi gerakan nasional atas nama harga diri bangsa Indonesia,” teriak Darlis Aziz saat menyampaikan pernyataan.

Massa juga mendesak Pemerintah RI melalui Kejaksaan Agung untuk tidak lagi menunda eksekusi mati kedua gembong narkoba Bali Nine itu. “Kami meminta Presiden Joko Widodo menjaga marwah bangsa dan tidak terpengaruh intervensi asing dalam menegakkan supremasi hukum,” kata Martunus, koordinator lapangan aksi tersebut.

Sementara itu, sebuah restoran di Medan menggalang pengumpulan koin untuk Australia, Senin (23/2). Seluruh uang tersebut akan dikirim ke Konsulat Australia di Medan untuk diserahkan kepada PM Tony Abbott.

Aksi solidaritas ini dilakukan persis ketika pengunjung ramai untuk makan siang di restoran yang terletak di Jalan S Parman, Medan Petisah itu. Pengumpulan koin pun tergolong unik karena pekerja restoran mengenakan kostum ala Tionghoa.

Seluruh pengunjung tak keberatan dengan penggalangan koin ini, karena umumnya mereka menilai pernyataan Abbott sangat berlebihan. Mereka menganggap Abbott telah membangkitkan kembali rasa duka warga Aceh yang tertimpa bencana tsunami.

“Ini bukan hanya persoalan mengungkit kebaikan masa lalu. Tapi tanpa disadarinya, Abbott telah membangkitkan kembali rasa duka dan trauma masyarakat Aceh,” kata pengunjung restoran, Hamzah.

Dalam aksi ini, pekerja restoran berkeliling membagikan angpau kosong kepada pengunjung. Selanjutnya ia kembali mengutip angpau yang sudah terisi uang pecahan Rp 100 hingga Rp 500 itu untuk dimasukkan ke dalam kotak bertuliskan ‘Koin untuk Australia’.

Sumber : Serambi