Home Nanggroe Malu Sama Tamu, Kepsek Rela Murid Beol di Celana

Malu Sama Tamu, Kepsek Rela Murid Beol di Celana

536
0
SHARE

Atjehcyber.com – Puluhan guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Unggul Lampeuneurut, Kabupaten Aceh Besar memilih mogok mengajar, Rabu (11/2). Sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah unggul ini terhenti total, dan sebagian murid memilih pulang lebih cepat dari waktunya.

Pantauan merdeka.com, lokal-lokal di sekolah ini terkunci rapat, hanya beberapa kelas yang dibuka dengan tenaga pengajar mahasiswa praktik mengajar menggunakan pakaian hitam putih. Sedangkan dewan guru yang mengajar tidak terlihat di sekolah.

Seorang wali murid, Dewi mengaku persoalan ini sudah berlangsung lama, kepala sekolah (kepsek) bersikap arogan baik pada dewan guru maupun pada wali murid.

“Arogan orangnya, kami bahkan tidak dibenarkan bicara dengan wali kelas, kalau ketahuan wali kelas dimarahi oleh Kepsek,” kata Dewi di sekolah.

Selain itu, Dewi mengaku dewan guru selalu tertekan dengan sikap Kepsek yang otoriter. Bahkan Kepsek meminta dewan guru cepat datang ke sekolah, lalu menyuruh guru menyapu dan menyiram bunga di sekolah tersebut.

“Hal aneh lainnya, Kepsek itu mengunci WC kalau ada tamu, sehingga siswa dan guru mau ke WC tidak bisa, alasannya sampai kotor karena ada tamu, bahkan ada anak pulang ke rumah buang air besar dalam celana, karena WC dikunci,” jelasnya.

Sementara itu hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komite Sekolah SD N Unggul Lampeuneurut, Aceh Besar, Hasyiman bahwa permasalahan ini sudah lama berlangsung dan dirinya sudah beberapa kali membuat pertemuan untuk menyelesaikannya.

“Kami selaku wali murid menginginkan anak kami sekolah di sini biar pinter, tetapi kami melihat tidak terjadi seperti itu,” jelas Hasyiman.

Menurutnya, setiap wali murid, dewan guru yang datang ke sekolah tidak nyaman dengan Kepsek sekarang. Ada ketidakharmonisan cara Kepsek sekarang memimpin, sehingga komite, wali murid dan dewan guru merasa tidak nyaman.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar Razali turun langsung membuat pertemuan dengan para pihak. Turut didampingi pejabat Muspida Plus, Camat, Kapolsek, Koramil dan juga anggota komiter sekolah.

“Ini sudah selesai hari ini, mulai besok kita akan gantikan Plt Kepsek SD ini,” tegas Razali usai melakukan pertemuan dengan para pihak.

Menurutnya, persoalan ini terjadi karena ketidakharmonisan antara pihak Kepsek, Komite Sekolah, Wali Murid dan juga dewan guru. Sehingga terjadilah peroslan ini.

“Hanya persoalan di komite karena tidak terbukanya pelaporan-pelaporan dari Kepsek, meskipun menurut hemat saya sebagai Kadis semua laporannya lengkap,” tutupnya.