stat counter Mantan Bupati Bireuen Divonis 3 Tahun Penjara | Aceh Online Magazine

Mantan Bupati Bireuen Divonis 3 Tahun Penjara

Mantan Bupati Bireuen periode 2007-2012, Nurdin Abdurrahman. (c) Kompas.com

Mantan Bupati Bireuen periode 2007-2012, Nurdin Abdurrahman. (c) Kompas.com

Atjehcyber.com – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh, menjatuhkan vonis 3 tahun penjara pada Bekas Bupati Bireuen periode 2007-2012, Nurdin Abdurrahman atas tindak pidana korupsi yang didakwakan kepadanya. Vonis ini lebih enteng dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), empat tahun penjara.

Sidang yang di pimpin Hakim Ketua Syamsul Qamar didampingi Saiful Has’ari serta Zulfan Effendi itu berjalan seputar tiga jam. Dalam amar putusan majelis hakim menyebutkan terdakwa Nurdin Abdurrahman dapat dibuktikan lakukan tindak pidana korupsi, seperti ditata Pasal 3 UU Nomer 31 Tahun 1999 yang sudah dirubah dengan UU Nomer 21 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-I KUH Pidana.

“Terdakwa tak dapat dibuktikan dalam dakwaan primer JPU, Pasal 2 UU Tipikor. Perbuatan terdakwa dapat dibuktikan cuma pada pasal skunder yaitu Pasal 3 UU Tipikor, ” kata hakim Ketua Samsul Qamar, Kamis (22/1/2015).

Terkecuali hukuman tiga tahun penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 50 juta subsider (pengganti denda) dua bulan kurungan. Lalu terdakwa juga harus membayara kerugian negara sebesar Rp193 juta.

Menyikapi vonis ini, Nurdin menilainya hukuman itu tak adil. Menurutnya, dalam masalah ini, dia telah kembalikan seluruhnya kerugian negara sebesar Rp 1, 123 miliar sesuai sama hitungan Inspektorat Kota Bireuen.

Tetapi Badan Pengawas Keuangan serta Pembangunan (BPKP) mengatakan kerugian negara naik jadi Rp 1, 6 miliar. “Saya berdasar pada hasil perhitungan Inspektorat, serta saya telah kembalikan seluruhnya bahkan juga mungkin saja lebih, namun BPKP mengkalkulasi kerugian jadi Rp 1, 6 miliar, serta ini saya kenali sesudah saya di check polisi. Bila saya ketahui jumlah itu dari dahulu, saya bakal usahakan untuk ganti seluruhnya. Ini yang saya maksud saya ini terasa didiskriminasikan oleh penegak hukum, ” ungkap Nurdin selesai sidang.

Masalah ini berlangsung tahun 2011-2012. Waktu itu, terdakwa Nurdin Abdurrahman lakukan utang biaya punya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah, Bireuen. Peminjaman ini dinilai diluar prosedur, serta hasil audit BPKP berlangsung kerugian negara sebesar Rp 1, 6 miliar.

Dalam masalah ini, terkecuali Nurdin penyidik juga mengambil keputusan dua terdakwa yang masih tetap tengah melakukan sidang di PN Tipikor Banda Aceh. Keduanya yaitu dr Yuslizar serta dr Chandra yang yaitu bekas Direktur RSUD dr Fauziah, Bireuen.

Selesai persidangan Kuasa hukum Nurdin Abdurrahman, Darwis menyampaikan, dalam masalah ini pihaknya bakal pikir-pikir apakah bakal ajukan usaha hukum banding atau tak ke Pengadilan Tinggi Tipikor Banda Aceh. Hal sama saja di sampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen.

Sepanjang dalam sistem persidangan ketiga terdakwa tak ditahan oleh Kejari Bireuen. Mereka memperoleh penangguhan penahanan atas jaminan keluarga serta kuasa hukum semasing terdakwa.

Editor: Rizal

You must be logged in to post a comment Login