stat counter Mantan Polisi Dalangi Curanmor | Aceh Online Magazine

Mantan Polisi Dalangi Curanmor

Pencuri sepeda motor (sepmor) serta para penadah berjalan beriringan saat akan dijebloskan kembali dalam sel Mapolresta Banda Aceh, Minggu (8/3). Dalam dua hari belakangan, personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh meringkus 5 pencuri sepmor, dan 10 pelaku lainnya penadah barang curian tersebut. SERAMBI/MISRAN ASRI

Pencuri sepeda motor (sepmor) serta para penadah berjalan beriringan saat akan dijebloskan kembali dalam sel Mapolresta Banda Aceh, Minggu (8/3). Dalam dua hari belakangan, personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh meringkus 5 pencuri sepmor, dan 10 pelaku lainnya penadah barang curian tersebut. SERAMBI/MISRAN ASRI

Atjehcyber.com – Tim Polresta Banda Aceh dalam dua hari terakhir, Jumat dan Sabtu (6-7/3), berhasil menangkap sembilan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Salah seorang di antaranya yang diyakini sebagai dalang aksi curanmor tersebut adalah SB (48). SB adalah mantan polisi yang dipecat pada 2008 karena terlibat pencurian dan desertir.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli Zulkifli SSTMK SH, kepada Serambi, Minggu (8/3) menyebutkan, SB merupakan dalang dari aksi pencurian empat unit sepeda motor di Banda Aceh beberapa waktu lalu. SB ditangkap anggota polisi bersama seorang temannya MD (35), di kawasan Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

SB, sebut Zulkifli, dipecat dari Polri dengan pangkat terakhir Bripka. Dia terlibat kasus curanmor di Pidie serta tidak masuk dinas berturut-turut selama 30 hari. Dari pengakuan SB dan MD, polisi berhasil menangkap lima pelaku lainnya termasuk penadah sepeda motor (sepmor) curian.

Dua di antaranya ditangkap di Banda Aceh, yaitu Rid (28) dan Mur (41). Sementara tiga lainnya diringkus di kawasan Pidie Jaya, masing-masing Ism (33), Muk (44), dan Agu (25). Penangkapan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, dipimpin Bripka Fauzi dan Bripka Abidin dari Unit VI Ranmor Satreskrim.

Kombes Zulkifli mengatakan, bersamaan dengan penangkapan SB dan enam tersangka lainnya, polisi juga menemukan empat unit sepmor curian yang dari tangan penadah, masing-masing Honda Scoopy dan Beat, Yamaha Mio Soul dan Yamaha Mio. Yamaha Mio dan Honda Beat ditangkap di tangan Mur saat hendak menjual sepmor itu kepada penadah di kawasan Krueng Raya, Aceh Besar.

Setelah itu, dari pengakuan Rid dan Mur yang ditangkap di Banda Aceh, terungkap tiga nama penadah yaitu Ism, Muk, dan Agu yang berada di Pidie Jaya. Personel opsnal di bawah koordinasi Aipda Muhammad Rizal bergerak ke sana. “Bersama ketiga pelaku yang ditangkap di Pidie Jaya, anggota juga mengamankan dua unit sepmor curian, masing-masing Honda Scoopy dan Yamaha Mio Soul,” sebut Kapolresta.

Kapolresta menambahkan, di luar komplotan SB, polisi juga berhasil menangkap dua pelaku Curanmor lainnya yang selama ini beraksi di Kecamatan Kuta Alam, Bandaraya, Syiah Kuala, dan Krueng Barona Jaya, yaitu Mus dan Faj. “Dari para tersangka ini disita masing-masing satu unit sepmor Yamaha Mio,” demikian Kapolresta.

Kapolresta Banda Aceh didampingi Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH menyebutkan, rata-rata pelaku yang ditangkap merupakan resedivis (prenah dihukum karena kejahatan yang sama). Terulangnya perbuatan para tersangka, menurut Zulkifli, karena masa hukuman yang mereka jalani tergolong ringan, sehingga tidak memberi efek jera.

Menyikapi maraknya pencurian sepmor dan jambret, kata Zulkifli, polisi tetap memberlakukan tindakan tembak di tempat. “Kalau sebelumnya, setiap harinya minimal ada 3 unit sepmor hilang, sekarang mulai berkurang terkadang hanya satu unit. Tapi, seluruh masyarakat harus harus waspada, dan meningkatkan pengamanan pada sepmornya saat ditinggalkan seperti dengan memasang kunci tambahan,” kata Kapolresta.

Selain soal Curanmor, ia juga menyebutkan hasil tes urien terhadap 1.200 personel Polresta pada Senin (2/3) lalu. Hasil tes ditemukan tiga personel positif pengguna narkoba. Ketiganya sedang diproses dan akan menjalani sidang kode etik kepolisian. Hukumannya mulai dari tidak mendapatkan kenaikan pangkat sampai dua tahun, dan dikenakan sanksi administratif lain hingga sanksi terberat yaitu pemecatan.

You must be logged in to post a comment Login