stat counter Menelusuri Gua Tersembunyi di Hutan Geureudong Pase | Aceh Online Magazine

Menelusuri Gua Tersembunyi di Hutan Geureudong Pase

Gua di belantara Geureudong Pase Aceh Utara. (c) Irman I Pangeran/atjehpost.co

Gua di belantara Geureudong Pase Aceh Utara. (c) Irman I Pangeran/atjehpost.co

Atjehcyber.com – Belantara di pucuk Geureudong Pase, Aceh Utara, tidak hanya memiliki “surga mungil” yang kini dikenal sebagai Air Terjun Tujuh Bidadari. Akan tetapi juga “menyembunyikan” gua-gua di bawah batu karang raksasa yang menjadi sumber air.

Hasil penelusuran Atjehpost.co bersama sejumlah relawan Centre Informasi for Samudra Pasai (Cisah) Lhokseumawe, pertengahan Februari 2015, terdapat sejumlah lokasi gua di punggung gunung Geureudong Pase. Gua-gua itu berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi Air Terjun Tujuh Bidadari.

Mulanya, ditemukan gua di bawah batu karang raksasa yang menjadi sumber Air Terjun Tujuh Bidadari. Di bagian depan batu karang itu tampak seperti kolam. Airnya jernih dan terlihat tenang. Akan tetapi ke depannya lagi seperti alur atau anak sungai yang dipenuhi batu karang berlumut berukuran lebih kecil.

Gua di belantara Geureudong Pase Aceh Utara. (c) Irman I Pangeran/atjehpost.co

Gua di belantara Geureudong Pase Aceh Utara. (c) Irman I Pangeran/atjehpost.co

Tidak jauh di sebrang anak sungai itu ditemukan batu karang raksasa lainnya yang juga menyatu dengan bukit dan dipenuhi tumbuhan liar. Di bawah batu karang itu pun ada gua yang mulutnya teramat lebar. Untuk masuk ke gua itu harus membungkukkan badan lantaran tinggi mulutnya kurang satu meter.

Selain membungkukkan badan atau berjongkok, harus pula berhati-hati agar kepala tidak membentur batu karang yang runcing bertaburan di langit-langit gua. Gua itu menjulur ke perut bumi. Bagian mulut gua tampak kering, akan tetapi di dalamnya berisi air yang jernih.

“Semakin ke dalam, airnya semakin dalam, tapi saya tidak berani masuk terlalu jauh karena sangat gelap,” ujar Khairul Syuhada, seorang pengurus Cisah. “Guanya berkelok-kelok,” kata Mardani, relawan Cisah.

Ada gua lainnya? Tidak jauh dari lokasi itu setelah melewati jalan setapak yang sedikit mendaki di antara pepohonan dan tumbuhan liar di belantara yang dihibur “nyanyian” aneka burung tersebut, ternyata terdapat batu karang yang jauh lebih besar dan tampak indah.

“Ini baru luar biasa,” ujar Muslem, relawan Cisah yang juga seorang guru ketika tiba di lokasi itu.

Gua di belantara Geureudong Pase Aceh Utara. (c) Irman I Pangeran/atjehpost.co

Gua di belantara Geureudong Pase Aceh Utara. (c) Irman I Pangeran/atjehpost.co

Di celah-celah batu karang teramat lebar dan juga menjulang ke langit itu terdapat sejumlah gua. Para relawan Cisah mencoba masuk satu per satu mulut gua, namun tidak ada yang berani menerobos lebih jauh ke dalam lantaran sangat gelap.

Ahli Geologi Unsyiah Banda Aceh Gartika Setiya Nugraha memastikan karang yang memiliki gua itu merupakan batu gamping (limestone) yang menjadi sumber air di tengah belantara.

“Tidak salah lagi itu sudah dipastikan merupakan kawasan batu gamping. Di mana batuan tersebut mudah larut oleh air, jadi dapat sebagai tempat menyimpan air yg baik dan sering ditemukan sungai bawah permukaan dan keluar ke permukaan lewat retak-retak pada batuan tersebut,” ujar Gartika usai melihat foto-foto yang dikirim Atjehpost.co untuk ia anal isis.

Anda pencinta alam? Jangan lewatkan sensasi gua-gua batu karang raksasa di belantara Geureudong Pase![]

You must be logged in to post a comment Login