Home Nanggroe Miris, Ada Iklan Lowongan Kerja Sebagai Muazin di Kajhu

Miris, Ada Iklan Lowongan Kerja Sebagai Muazin di Kajhu

1034
0
SHARE

Sebuah iklan lowongan kerja untuk posisi bilal atau muazin (yang mengumandangkan azan) untuk posisi penempatan di Musalla Al-Munawwarah, Dusun Kajhu Indah, Baitussalam, Aceh Besar. (c) Serambi
Sebuah iklan lowongan kerja untuk posisi bilal atau muazin (yang mengumandangkan azan) untuk posisi penempatan di Musalla Al-Munawwarah, Dusun Kajhu Indah, Baitussalam, Aceh Besar. (c) Serambi

Atjehcyber.com  – Sebuah iklan lowongan kerja untuk posisi bilal atau muazin (yang mengumandangkan azan) untuk posisi penempatan di Musalla Al-Munawwarah, Dusun Kajhu Indah, Baitussalam, Aceh Besar, mulai ramai dibincangkan para pengguna internet (netizen) terutama yang aktif di sosial media.

Pada materi iklan di sosial media facebook serambinews dan Serambi Indonesia edisi cetak Selasa (24/2/2015) di halaman 10 itu disebutkan, bagi yang berminat disediakan kamar, makan siang dan malam. Tugas utama yang dibebankan adalah mengumandangkan Azan Maghrib, Isya, dan Shubuh. Para peminat diarahkan menghubungi salah seorang imam di Mushala tersebut dengan nomor 0852610xxxx.

Lowongan bagi bilal yang diposting, Selasa (24/2/2015) itu langsung mendapat respons dari para netizen dan dibagikan kembali (share) oleh 77 akun facebook yang melihat iklan tersebut.

Akun atas nama Edy Setiawan, merespons dengan menulis “Waduh.. aceh udah kyk di amerika aja. Org cari bilal atau imam susah bgt.. kacau,”. Komentar bertanya juga disampaikan pemilik akun Rizal Penjas, “Puhanale ureng azan inan, sampe payah pasang iklan bak media,”

Sementara, Rizal Fahluzi Nanggro, menulis, “karap kiamat, ureung azan payah buka lowong, peu hana hidayah lom gampong nyan. Gelap that sago nyan. (kurang lebih artinya: hampir kiamat, mencari muazin harus buat lowongan. Apa gak ada hidayah di kampung tersebut. Gelap sangat kampung itu)

Hingga Selasa sore, iklan tersebut telah menjangkau 20.112 akun facebook dan disukai (like) oleh 611 akun. Pro kontra atas iklan lowongan bagi muazin itu, menjadi isu lain yang berkembang setelah #koinuntukAustralia dan kasus pelat BL yang kerap menjadi sasaran pemerasan di Sumatera Utara.

Meski demikian, beberapa netizen juga menganggap hal biasa dengan iklan tersebut. Di antaranya menyatakan itu lumrah dan anggap sebagai hal positif saja.

Hal itu disampaikan akun Ustadz Syukri Al-Asyi. “Coba jgn pikir negatif. Adakah kalian sering menjadi muazzin utk waktu2 sempit seperti disebutkan di iklan?Berapa kali pernah mengepel dan menyapu serta membersihkan mushalla…. Kalau belum pernah atau sangat jarang… Mari kita bantu mereka mencarikan seorang yg siap menjadi tukang pel, tukang sapu, tukang cuci tikar di mushalla bahi mereka…. Mungkin ada teman kita yg tdk ada tempat tinggal atau tdk ada biaya kuliah. bjadi bisa tinggal di Mushalla dan mendapatkan sedikit insentif yg wajar.Kalau saya setiap hari pasti tidak mau… api kalau hanya sesekali dan suka2 saya…. Maka tidak mengapa….. Jadi mari berpikir positif.” tulisnya.

Keprihatinan terkait petugas muazin di beberapa masjid, juga disingguung Rony Zulkarnain. “Ini sudah menjadi rahasia umum. Ddari 100% tmpt ibadah di Aceh hanya 15% saja yg aktif shalat berjamaah 5 waktu selebihnya hanya shat maqrib aja yg ramai. Ashar dan subuh tmpt ibadah sering kosong. Bahkan kalau ada muazzim langsung dia merangkap jd imam dan sekaligus jd makmum,”

Akun Osma Amir, malah memuji cara yang ditempuh pengurus Mushala tersebut. Ia menulis, “bereh yg pasang iklan….supaya teubuka pinto hate aneuk aceh..bek lalu bak peusahoe peng greik keu australia,” (artinya kurang lebih: bagus sekali pemasang iklan tersebut, supaya terbuka pintu hati anak Aceh. jangan asyik mengumpulkan koin untuk Australia)

Selain komentar positif, ada juga yang sengaja berkelakar, seperti menanyakan informasi berapa gaji yang akan dibayar dan bisakan seorang wanita pelamar posisi lowongan tersebut.