stat counter Mobil Berstiker PA Terkena Tembakan | Aceh Online Magazine

Mobil Berstiker PA Terkena Tembakan

ilustrasi-tembak_2403

ATJEHCYBER.com – Seorang perempuan bernama Malawati (22), warga Desa Tanjong Menuang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang menumpang mobil Daihatsu Xenia warna hitam BL 573 AF berstiker Partai Aceh (PA) terkena tembakan di bagian pinggul yang diduga peluru berasal dari tembakan peringatan yang dilepaskan polisi. Peristiwa itu terjadi di depan pintu gerbang keluar Mapolres Lhokseumawe, Jumat (12/8) malam.

Mobil yang terkena tembakan peringatan itu disopiri Muhammad (43), warga Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Waktu itu mobil sedang dalam perjalanan membawa rombongan yang akan mengikuti deklarasi cagub/cawagub, cabup/cawabup, dan cawalko/cawawalko dari PA di Banda Aceh, Sabtu (14/8).

Setiba di depan Mapolres Lhokseumawe, mobil terjaring razia dan petugas mengarahkan mobil tersebut masuk ke halaman mapolres untuk memudahkan pemeriksaan. Waktu itu sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kabag Ops AKP Ahzan kepada Serambi, Sabtu (13/8) membenarkan pada Jumat malam itu pihaknya menggelar razia rutin di depan mapolres. Sebelum insiden tertembaknya penumpang mobil Xenia, polisi menemukan satu paket sabu-sabu dalam mobil Avanza putih yang dikendarai enam pria.

Di belakang mobil Avanza yang kedapatan membawa sabu tersebut muncul Xenia hitam yang disopiri Muhammad bersama enam penumpangnya. Mobil itu langsung diarahkan ke halaman mapolres pemeriksaan.

“Setelah berhenti sejenak, mobil itu langsung tancap gas dan hendak menabrak dua polisi. Beruntung keduanya sempat meloncat menghindar sehingga selamat,” kata Kabag Ops Polres Lhokseumawe.

Menurut AKP Ahzan, ketika mobil itu sudah keluar dari halaman mapolres, dua petugas bersenjata laras panjang yang berdiri di depan pintu keluar melepaskan tembakan peringatan. Satu peluru menembus pintu belakang mobil.

Dikatakannya, petugas mengeluarkan tembakan ke udara karena ketika distop lagi tidak mau berhenti. “Polisi tidak mengejar karena sedang tugas razia. Sekitar satu jam kami mendapat informasi dari petugas di kawasan Dewantara, ada penumpang mobil yang dilaporkan terkena tembakan,” ujar AKP Ahzan.

Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata yang terkena tembakan tersebut adalah mobil yang kabur saat pemeriksaan di Mapolres Lhokseumawe. “Tembakan peringatan oleh dua petugas kami itu bukan ke arah mobil. Tapi ke udara, karena tidak mungkin tembakan ke arah mobil karena saat itu mobil sudah berada di jalan saat terdengar suara tembakan. Petugas curiga mobil itu kabur karena ada barang terlarang,” katanya.

Ditanya bagaimana bisa tembakan peringatan ke udara itu bisa mengenai penumpang di dalam mobil, menurut Ahzan kemungkinan pelurunya menukik.

Disebutkan Kabag Ops, tembakan tersebut mengenai bagian pinggul Malawati namun berdasarkan hasil rontgen tidak ada peluru dalam bagian pinggul korban. “Kondisi korban sehat-sehat saja namun perlu perawatan. Menurut dokter tidak berbahaya,” ungkap Kabag Ops Polres Lhokseumawe.

Amatan Serambi, kemarin, Malawati dirawat di RS PT Arun Lhokseumawe dikawal polisi bersenjata. Malawati terbaring dengan kondisi terinfus yang ditemani seorang perempuan. Sedangkan mobil Xenia hitam sudah diamankan di mapolres bersama sejumlah penumpangnya.

Waktu kejadian, di dalam mobil tersebut, selain sopir bernama Muhammad juga Sumiati (33), Muslim (32) bersama istrinya Nurhayati (32), Intan (17/anak dari Muhammad), Eka (16) dan Hasanah. Kecuali Malawati yang merupakan warga Tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang lainnya adalah warga Idi Rayeuk, Aceh Timur.

“Kami berangkat dari Idi sekitar pukul enam sore untuk menghadiri acara deklarasi di Banda Aceh. Sampai di Lhokseumawe sekitar jam setengah sepuluh distop petugas yang sedang razia di depan Polres. Saya juga diarahkan masuk ke halaman Polres. Setelah pemeriksaan, seorang petugas menyuruh jalan sedangkan seorang petugas lagi menyuruh berhenti. Kemudian saya langsung melaju,” ujar Muhammad.

Ia mengaku sempat mendengar suara letusan senjata api tapi tak sempat melihat dan tidak mengetahui Malawati sudah terkena tembakan. “Ia mengetahui ada penumpang yang terkena tembakan ketika sampai di Batuphat. Waktu dipegang di bagian pinggul Malawati ternyata basah. Saat diperiksa terlihat darah,” kata Sumiati, salah seorang penumpang mobil tersebut.

Menurut Sumiati, mengetahui kejadian itu, mereka masuk ke kawasan Dewantara untuk berobat ke rumah seorang tetangga. Tapi tak lama kemudian mereka dibawa oleh seorang saudara ke Rumah Sakit PT Arun Lhokseumawe. “Kami tidak membawa barang apapun, karena kami hendak ke Banda Aceh. Namun, sopir lupa membawa STNK, karena tertukar dengan STNK sepeda motor,” pungkas Sumiati.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kabag Ops AKP Ahzan juga menyebutkan, sebelum insiden tembakan peringatan itu, petugas juga menemukan satu paket sabu dalam mobil Avanza putih yang ditumpangi enam pria.

Menurut AKP Ahzan, enam pria tersebut dari Idi Rayeuk dan positif mengkonsumsi sabu. “Berdasarkan hasil tes urine, mereka positif konsumsi sabu. Mereka juga mengaku menggunakan sabu-sabu itu saat sampai di kawasan Pantonlabu. Jadi satu paket yang ditemukan dalam mobil itu adalah sisa yang digunakan mereka,” kata Ahzan.

Keenam pria yang terjaring membawa sabu tersebut, menurut Ahzan mengaku akan ke Banda Aceh untuk menghadiri acara deklarasi.(jaf/SerambiNews.com)