stat counter Napi Asal Bireuen jadi Bos Narkoba di Medan | Aceh Online Magazine

Napi Asal Bireuen jadi Bos Narkoba di Medan

Polisi mengawal dua tersangka pengguna sabu dan ganja, salah seorang di antaranya merupakan anak anggota DPRA yang dikini ditahan di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (28/5). Mereka ditangkap di rumah dinas Kompleks Perumahan DPRA, Jalan Kebun Raja, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (26/5) malam, oleh aparat Satuan Narkoba Polresta, Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Polisi mengawal dua tersangka pengguna sabu dan ganja, salah seorang di antaranya merupakan anak anggota DPRA yang dikini ditahan di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (28/5). Mereka ditangkap di rumah dinas Kompleks Perumahan DPRA, Jalan Kebun Raja, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (26/5) malam, oleh aparat Satuan Narkoba Polresta, Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA

Atjehcyber.com – MH (31), pemuda asal Bireuen yang kini mendekam di Lapas Tanjung Gusta, Medan kembali diamankan polisi karena ditengarai mengendalikan narkoba dari Aceh ke Medan. Polisi turut meringkus dua anak buahnya, sekaligus berbagai barang bukti yang mencapai angka Rp 8 miliar.

Sindikat peredaran narkoba ini terungkap setelah polisi meringkus dua kurir, ZM (21) dan MR (27) dari Jalan Gagak Hitam, Medan Sunggal, belum lama ini. Dari pemuda yang berdomisili di Komplek Gardenia, Jalan Pasar II, Medan Selayang ini disita sabu-sabu 2.569,52 gram, pil ekstasi 46.848 butir, dua unit mobil Honda Jazz BG 1246 GA, dan Chevrolet Aveo BK 1073 QE, serta dua unit ponsel.

Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta menuturkan seluruh barang bukti itu memiliki nilai Rp 8 miliar. Namun yang mengejutkan, kedua pelaku mengatakan seluruh narkoba yang disita itu milik MH. MH merupakan tervonis penjara delapan tahun di Lapas Tanjung Gusta, Medan terkait kasus yang sama.

“Kami terkejut dengan pengakuan ini. Ternyata narapidana masih bisa berperan dalam peredaran narkoba,” kata Nico, Senin (12/1) sore.

Temuan ini langsung dikoordinasikan polisi dengan pihak lapas. Selanjutnya MH diamankan ke Polresta Medan untuk diperiksa intensif. Dari penuturan pria ini diketahui kalau dia masih menjalin kerja sama ‘bisnis’ dengan pengedar narkoba di Medan. Selanjutnya MH menghubungi temannya, SR (DPO) untuk menyediakan narkoba dengan jumlah sesuai yang diminta.

“MH mengendalikannya hanya menggunakan handphone. Dia memanfaatkan SR untuk mengirim barang ke Medan. Di Medan sudah ada orang yang menjemputnya,” ujar Nico.

Menurut Nico, SR diprediksi masih berada di Bireuen. Untuk melacak keberadaannya, ia mengatakan sudah melaporkan kasus ini ke Polda Sumut agar berkoordinasi dengan Polda Aceh. Perburuan anggota sindikat ini juga diperluas ke Palembang. Hal ini merujuk dari salah satu mobil yang memakai nomor polisi sindikasi Sumatera Selatan.

You must be logged in to post a comment Login