stat counter Nasiran Menderita Kelaparan | Aceh Online Magazine

Nasiran Menderita Kelaparan

Nasiran (16), penderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot menjalani perawatan di RSUD Teungku Peukan, Abdya, Kamis (15/1). SERAMBI/ZAINUN YUSUF

Nasiran (16), penderita gizi buruk dan anemia dari Desa Ie Mirah, Babahrot menjalani perawatan di RSUD Teungku Peukan, Abdya, Kamis (15/1). SERAMBI/ZAINUN YUSUF

Atjehcyber.com – Penyakit gizi buruk dan anemia yang mendera Nasiran (16), anak laki-laki dari keluarga miskin dari Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dipastikan akibat kelaparan. “Gizi buruk dan anemia yang dideritanya, akibat asupan makanan tidak sesuai kebutuhan,” kata dr Rismalisa Fitri SpA, dokter spesialis anak RSUD Teuku Peukan yang menangani pasien tersebut, Kamis (15/1).

Nasiran masuk RSUD-TP sejak Selasa (13/1) lalu, dibawa dengan ambulans karena kondisi tubuhnya kurus kering dengan berat badan hanya 14,5 kilogram. Padahal, untuk anak usia 16 tahun, berat badan yang ideal antara 30 sampai 35 kilogram. “Selain menderita gizi buruk akibat kelaparan dan anemia, Nasiran juga menderita penyakit Pika (memakan apa saja yang ditemukan), gangguan prilaku, serta gangguan pendengaran atau tunarungu,” kata dr Rismalisa Fitri.

Karena kelaparan, Nasiran, mudah memakan apa saja yang didapat, Sehingga makan nasi menjadi kurang ia sukai. Perawatan yang dilakukan paramedis RSUD-TP selama tiga hari terakhir, yakni menstabilkan kondisinya. Kemudian merubah perilaku secara perlahan. “Ia tidak menyukai nasi. Namun kami akan melatihnya secara pelan-pelan agar bisa kembali menyukai nasi,” ungkap dr Rismalisa Fitri.

Saat dikunjungi Serambi, kemarin, Nasiran (16) dirawat di Ruang Isolasi Anak. Banyak pengunjung rumah sakit yang terenyuh melihat kondisi dan penderitaannya. Ibunya, Asiah (40) juga terbaring dalam perawatan di rumah sakit tersebut akibat kurang darah. Asiah juga menderita bisu sejak kecil dan tidak bisa melihat secara jelas.

Selama tiga hari dirawat di RSUD-TP, tidak ada keluarga yang mendampingi, kecuali Lisma (adik dari Asiah). Informasi dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya, Nasiran dan ibunya Asiah merupakan warga miskin yang menempati rumah sederhana di Desa Ie Mirah, Blang pidie. Warga mengatakan, keluarga itu kurang mendapat makanan sehari-hari, malah sering menahan lapar.  Bertahun-tahun hidup dalam susana demikian, sehingga Nasiran yang menderita tunarungu itu berprilaku aneh. Seperti memakan apa saja, seperi rumput dan pasir.

Ketua DPRK Abdya, Zulkifli Isa yang turut menjeguk Nasiran di Ruang IGD RSUD TP, Selasa (13/1) lalu, mengharapkan penderita gizi buruk ini ditangani sampai tuntas, termasuk penyakit lain yang dideritanya.

Ia juga menyarankan pengelola RSUD-TP berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, karena pasien tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh untuk menyembuhkan penyakitnya.

“Jika tidak ada anggota keluarga yang mendampingi Nasiran saat dirujuk di Banda Aceh, petugas Dinas Sosial yang harus mendampingi. Sedangkan terkait perawatannya hingga sembuh seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Abdya,” katanya.

You must be logged in to post a comment Login