Home Nanggroe Nek Tu Resmi Mundur dari Partai Aceh

Nek Tu Resmi Mundur dari Partai Aceh

574
0
SHARE

Anggota DPRA, Ridwan Abubakar, resmi mengundurkan diri dari Partai Aceh (PA)
Anggota DPRA, Ridwan Abubakar, resmi mengundurkan diri dari Partai Aceh (PA)

ATJEHCYBER.com – Anggota DPRA, Ridwan Abubakar, resmi mengundurkan diri dari Partai Aceh (PA). Pengunduran diri pria yang akrab disapa Nek Tu ini dilakukan sehubungan dengan keputusannya mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Aceh Timur melalui jalur perseorangan/independen.

Nek Tu kepada Serambi, Sabtu (11/6), mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri tersebut ke Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada 1 Juni 2016 kemarin.

Ia juga menjelaskan, pengunduran dirinya itu karena perintah Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2012, tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota.

Di dalam qanun itu disebutkan, siapa saja yang mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati yang maju melalui jalur perseorangan (independen) harus mengundurkan diri dari pengurus partai, paling lambat tiga bulan sebelum pendaftaran calon.

“Saya mengundurkan dari Partai Aceh karena permintaan Qanun Aceh Nomor 5 tahun 2012, karena saya akan mencalonkan diri sebagai bupati Aceh Timur periode 2017-2022. Jadi surat pengunduran diri saya itu sudah saya serahkan ke kantor DPA Partai Aceh dan KIP Aceh 1 Juni 2016 lalu,” ucap Nek Tu melalui sambungan telepon.

Hal yang sama juga dilakukan oleh bakal calon wakilnya, Tgk Rani alias Polem. Nek Tu mengatakan, Polem telah mengajukan surat pengunduran diri dari pengurus Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Timur.

“Wakil saya Tgk Rani alias Polem juga telah mengundurkan diri PNA Aceh Timur, karena dia akan mendampingi saya sebagai calon wakil bupati yang maju melalui jalur independen. Insya Allah usai Hari Raya Idul Fitri kami akan mendeklarasikan diri,” ungkap Nek Tu.

Nek Tu juga menyampaikan bahwa pihaknya terus mempersiapkan tim pemenangan tingkat kabupaten, kecamatan, dan gampong. Pihaknya juga sedang melakukan pengumpulan KTP dukungan sebagai syarat maju melalui jalur independen. “Alhamdulillah, 27.000 foto kopi KTP sudah terkumpul, dari yang disyaratkan 13.000,” ungkapnya.

Ia mengaku, dukungan terhadap dirinya terus berdatangan, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, kaum perempuan, pemuda, dan mahasiswa. Pihaknya juga terus menggalang dukungan dari tokoh masyarakat, ulama-ulama, pimpinan dayah, dan semua pihak.

“Nek Tu harus bisa menjadi pemersatu untuk masyarakat Aceh Timur,” pungkasnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan semua pihak agar berpartisipasi dalam upaya mewujudkan pilkada damai dan demokratis, tanpa ada aksi kekerasan, intimidasi, dan kekacauan. “Ayo kita menjalankan pilkada secara demokratis, sehat dan dewasa. Biarkan masyarakat menentukan pilihannya sendiri untuk memimpin Aceh Timur ke arah yang lebih baik,” pinta Nek Tu.

Sebelumnya, mantan menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman, juga mengundurkan diri dari Partai Aceh (PA). Pengunduran diri pria yang akrab disapa Apa Karya ini disampaikan secara tertulis dalam selembar surat yang ditujukan kepada Ketua DPA PA, dengan tembusan kepada Ketua Majelis Tuha Peut PA dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

“Mengundurkan diri sementara dari Partai Aceh karena mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Aceh pada Pilkada 2017 melalui jalur perseorangan,” demikian antara lain bunyi surat bertanggal 4 Januari 2016 yang ditandatangani Zakaria Saman.

Dihubungi secara terpisah, Juru Bicara DPA Partai Aceh (PA), Suadi Sulaiman alias Adi Laweung kepada Serambi, Sabtu (11/6) malam, mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap Ridwan Abubakar alias Nek Tu yang memilih mundur dari Partai Aceh untuk mencalonkan diri sebagai bupati Aceh Timur dari jalur independen.

“Kita pada prinsipnya berharap anggota kita tidak keluar dari partai. Pengunduran diri Nek Tu sangat kita sayangkan. Tapi apa hendak dikata, sebab Nek Tu sudah berkomitmen untuk maju sebagai calon bupati Aceh Timur dari jalur independen sehingga harus mundur dari kepengurusan partai,” katanya.

Adi Laweung mengakui bahwa surat pengunduran diri Nek Tu sudah diterima oleh Sekretariat DPA Partai Aceh. Namun dia tidak mengetahui kapan surat tertangal 1 Juni 2016 tersebut diterima petugas di sekretariat. “Tanggal berapa masuk saya tidak tahu, karena di awal Juni kemarin kita disibukkan oleh meugang,” ujarnya.

Meskipun Nek Tu sudah mengundurkan diri dari kader partai, Adi Laweung berpesan kepada semua kader dan simpatisan Partai Aceh di seluruh Aceh, khususnya di Aceh Timur, agar tetap solid dan kompak untuk memenangkan kandidat yang diusung Partai Aceh pada pilkada mendatang.

Dia mengatakan, pada pilkada mendatang Partai Aceh tetap mengusung calon sendiri untuk 20 kabupaten kota. Hanya saja, DPA Partai Aceh belum mengumumkan secara resmi nama-nama yang akan diusung. Sementara untuk tingkat provinsi, Partai Aceh mengusung Muzakir Manaf berpasangan dengan Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA Khalid.(mas/SerambiNews.com)