stat counter Ngaku Intel Polda, Dua Pemuda Curi Barang Pedagang | Aceh Online Magazine

Ngaku Intel Polda, Dua Pemuda Curi Barang Pedagang

Atjehcyber.com – Dua pemuda yang mengaku intel Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Senin (5/10) dini hari ditangkap personel Opsnal Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh. Aksi kedua intel gadungan ini dengan cara mengambil barang-barang calon korban.

Kedua pemuda dimaksud yakni Rusdi Ananda (20) penduduk Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, dan Musliadi (19), warga Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Mereka diamankan di sekitar taman kota, Jalan Cut Mutia, Banda Aceh, sekira pukul 00.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli, mengatakan Rusdi dan Musliadi diciduk setelah polisi mendapatkan laporan dari Ibnu Hajar (68) pada Selasa (29/9). Pemulung asal Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, itu mengaku menjadi korban pencurian oleh dua remaja mengaku intel dari Polda Aceh. Berbekal informasi itu, polisi melacak keberadaan pelaku yang beraksi menggunakan Toyota Avanza BL 809 LE itu.

Kapolresta pun mengerahkan regu opsnal dari Satreskrim Polresta. “Kejadian menimpa Ibnu Hajar terjadi di Jembatan Peunayong, Banda Aceh, sekira pukul 15.30 WIB. Kedua pelaku meminta korban berhenti saat Ibnu Hajar memikul barang bekas yang dikais di sejumlah tempat di Banda Aceh. kemudian korban diminta naik ke mobil tersangka,” kata Zulkifli kepada Prohaba, kemarin.

Tak lama berselang, Rusdi dan Muliadi pun mulai memainkan perannya dengan mengaku sebagai anggota intel Polda Aceh. Awalnya, pelaku meminta korban memperlihatkan identitas. Alasannya, mereka curiga dengan gelagat korban. “Kemungkinan panik, korban pun menyerahkan KTP kepada intel gadungan itu,” sebut Zulkifli.

Namun, saat Ibnu mengeluarkan dompet, Rusdi dan Muliadi langsung merampas dengan alasan mereka curiga. Lalu, di luar sepengetahuan korban, dalam dompet tersebut Rusdi dan Muliadi mengambil uang milik Ibnu Rp 2 juta.

Akhirnya, mereka mengajak Ibnu ke kawasan Goheng, Gampong Lamteumen Timur, Banda Aceh dengan dalih diberi hadiah. “Korban mengira janji itu sungguhan. Kemudian menuruti apa kemauan pelaku. Setiba di Goheng, korban langsung terlebih dahulu dari mobil, setelah itu korban langsung ditinggal,” pungkas Zulkifli.

Kasat Reskrim Kompol Supriadi, menambahkan Ibnu yang menyadari dirinya terperdaya disertai hilangnya uang Rp 2 juta berikut barang bekas yang dikumpulkan, langsung melihat ciriciri Toyota Avanza serta nomor kendaraan yang ditumpangi Rusdi dan Muliadi. “Informasi itulah yang kemudian kami kembangkan,” tambah Supriadi.

Tak hanya itu, polisi juga menerima laporan kejahatan yang dilakukan Rusdi serta Musliadi terhadap Budi Amin. Pedagang keliling yang menjual aksesoris seperti dompet, tali pinggang, dan topi itu juga mengalami hal sama pada Kamis (1/10), sekira pukul 01.00 WIB, Kompleks Masjid Teuku Umar (kupiah meukeutob), Geuceu Kayee Jato, Banda Aceh. “Modusnya sama seperti dialami Ibnu Hajar. Mereka berpura-pura sebagai polisi yang melaksanakan patroli saat menghentikan Budi Amin membawa barang-barang menggunakan becak,” kata Supriadi.

Kedua pemuda ini meminta Budi menepikan becak barang di areal masjid tersebut. Lalu, Rusdi meminta Budi menunjukkan identitasnya. Selanjutnya, seorang Musliadi langsung menaikkan seluruh barang tersebut ke dalam mobil Avanza yang mereka rental.

“Korban dibuat lengah dengan cara mengajak keliling kompleks masjid tersebut. Setelah Budi lengah, langsung ditinggalkannya,” ungkap Supriadi.

Saat kembali ke becaknya, Budi kaget melihat seluruh barangnya telah raib. Dia menaksir kerusgian Rp 15 juta.

Terakhir, nasib sama menimpa Rusli Yusuf. Tas miliknya diambil oleh kedua pelaku. Siang itu, Jumat (2/10), sekira pukul 14.00 WIB, korban berbaring sejanak di kawasan SPBU Meuraxa. Tiba-tiba, datang Rusdi dan Muliadi langsung mengambil tas milik warga Geucue Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Aceh Besar, itu. Di dalam tas tersebut, terdapat uang Rp 10 juta.

“Personel yang memergoki pelaku berada di sekitar taman kota, kawasan Jalan Cut Mutia, Banda Aceh, langsung mencegat keduanya,” papar Supriadi.

Selain mengamankan mobil Avanza BL 809 LE, polisi juga mengamankan 26 tali pinggang berbagai merek, 25 buah dompet, dan 25 topi berbagai merek, serta uang Rp 1.500.000. “Kedua pelaku telah kami tahan dan dikenakan Pasal 363 KUHP ayat 4 e ancaman 5 tahun,” demikian Supriadi.(mir)

You must be logged in to post a comment Login