stat counter Pantai Lhoknga Kembali Telan Korban, Bocah 2,5 Tahun Meninggal | Aceh Online Magazine

Pantai Lhoknga Kembali Telan Korban, Bocah 2,5 Tahun Meninggal

ilustrasi-tenggelam

Atjehcyber.com – Seorang anak yang masih berumur 2,5 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi bersama orangtua dan keluarga besarnya di kawasan pantai sekitar belakang lapangan golf Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (1/11/2015) sore.

Korban mengembuskan napas terakhir di IGD RSUZA Banda Aceh sekitar pukul 16.45 WIB setelah sebelumnya dilaporkan oleh pihak keluarga tidak mendapat penanganan di RS Malahayati Banda Aceh.

Korban tercatat beralamat di Gampong Meunasah Beutong, Kemukiman Lamlhom, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh informasi secara detail menyangkut kronologis kejadian. Namun, paman korban yang bernama Mawardi membenarkan ponakannya itu mengalami musibah ketika mandi-mandi bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya di sekitar kuala Lhoknga.

“Kami sudah menerima itu sebagai takdir yang tak bisa dielak. Namun yang saya sangat kecewa adalah keponakan saya tidak mendapat pelayanan saat saya singgahkan di RS Malahayati. Tolong kawan-kawan wartawan menelusuri masalah ini. Katakan bahwa saya sangat kecewa dengan pelayanan rumah sakit tersebut,” tandas Mawardi.

Mawardi yang juga aktivis kemanusiaan dan sejak masa konflik mengaku sering melakukan evakuasi korban menyatakan kecewa saat berhadapan dengan realita ketika keluarganya sendiri tidak mendapatkan pelayanan medis secara maksimal.

“Umur sudah ditentukan Allah. Tapi ajal yang menjemput keponakan saya sebelum usaha pertolongan dilakukan secara maksimal. Inilah yang saya sesalkan,” kata Mawardi sambil menyebutkan bahwa korban dilarikan ke rumah sakit dengan mobil pribadi karena kesulitan mendapatkan layanan ambulans.

Masih menurut Mawardi, keponakannya mengembuskan napas terakhir ketika sedang dalam penanganan medis di RSUZA sekitar pukul 16.45 WIB. Beberapa saat kemudian jenazah korban dibawa pulang ke Gampong Meunasah Beutong, Lamlhom.

Hingga laporan ini ditulis, Serambinews.com belum mendapat konfirmasi dari pihak RS Malahayati yang menurut Mawardi tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap keponakannya.

Kapolsek Lhoknga, AKP Zainuddin membenarkan kejadian anak tenggelam tersebut dan anggotanya sedang mengumpulkan informasi di lapangan.(*)

Sumber : Harian Serambi Indonesia

You must be logged in to post a comment Login