stat counter Pembunuh Bayaran Dari Simeulue Ini Diorder Rp 150 Juta | Aceh Online Magazine

Pembunuh Bayaran Dari Simeulue Ini Diorder Rp 150 Juta

Ilustrasi

Ilustrasi

Atjehcyber.comDenai Subardi Bin M Amin (27), otak dari komplotan pencurian beritual yang dibekuk aparat kepolisian Resort Simeulue bersama tiga orang temannya, beberapa hari lalu, dan terungkap sebagai seorang pembunuh bayaran, mulai menguak tuntas kejahatannya.

Kepada penyidik, Denai mengaku mendapat order membunuh itu via telepon, dari seseorang di Medan, sembari menyebut sebuah nama. Selain itu, Denai juga ‘bernyanyi’ jika order satu nyawa itu dibandrol dengan nilai Rp 150 juta.

Lelaki muda yang disebut-sebut memiliki ‘black magic’ itu menganulir keterangan awalnya soal uang panjar. Sebelumnya kepada polisi ia mengaku telah dipanjar Rp 4 juta, namun belakangan ia malah mengaku telah dipanjar Rp 19 juta. Polisi kini telah menyita rekening tabungan bank milik Denai, yang berisi uang panjar maut.

Uang panjar Rp 19 juta itu dikirim oleh pengorder dari Medan, langsung ke rekening yang dibuka oleh Denai Subardi. Disebut-sebut sasaran tembak dari order maut itu adalah seorang warga Galus. Namun sebelum aksinya dilakukan, Denai keburu ditangkap polisi dalam kasus pencurian secara berantai. Bahkan rumors berhembus jika jumlah rumah yang dibobol komplotan Denai cs itu mencapai 50 buah.

Kepada tim penyidik, Denai mengaku akan dibayar Rp 150 juta, kalau sudah selesai melakukan pekerjaan busuknya itu, sebagai uang muka Denai mengaku sudah menerima sebanyak Rp 19 juta dari yang mengorder pembunuhan, sampai saat ini masih tersisa Rp 9 juta di dalam rekening pelaku.

Kapolres Simeulue AKBP Edi Bastari, yang dikonfirmasi melalui Kasatreskrim Polres Simeulue Ipda Irwansyah, Rabu (28/1/2015) mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan dan pengakuan tersangka kepada penyidik, antara yang mengorder pembunuhan dan yang menjadi target bunuh, terjadi persaingan bisnis, sehingga timbul sakit hati diantara keduanya.

Beruntung, aksi pelaku yang ditengarai memiliki ‘ilmu hitam’ dihentikan di tengah jalan. “Kronologisnya pada bulan Mei 2014, Denai berkenalan dengan Roni, di Titi Olor, Kecamatan Teluk Dalam.

Kemudian Roni menawarkan pekerjaan pembunuhan dan disanggupi oleh Denai, dari situlah terjadi deal untuk proyek maut tersebut,” kata Kasatreskrim Simeulue.

Sejauh ini, pihak penyidik di Mapolres Simeulue akan terus mengusut kasus pembunuh bayaran yang keburu ditangkap itu. Sementara dalam kasus pencurian berantai, komplotan Denai selalu melakukan ritual di rumah korbannya saat melakukan aksi mereka. Biasa, Denai sebagai pelaku utama melakoni ritual BAB di rumah korbannya, serta makan minum segala. Saat itu semua penghuni rumah tertidur dan rekan rekan Denai menguras harta benda milik korban. Saat ini komplotan Denai cs dijebloskan dalam sel polisi, berikut barang bukti hasil kejahatan.

 

You must be logged in to post a comment Login