stat counter Pemerintah Aceh, Wajib Tindak Upaya Pemurtadan | Aceh Online Magazine

Pemerintah Aceh, Wajib Tindak Upaya Pemurtadan

Rosnida Sari (Dosen yang membawa Mahasiswa ke Gereja) sedang memeluk Anjing, Akun FB resmi beliau sudah dinonaktifkan dengan URL “rosnida.sari” oleh beliau sendiri pada Senin,05/01/2015 malam (malam kemarin) takut ketahuan foto-fotonya.

Rosnida Sari (Dosen yang membawa Mahasiswa ke Gereja) sedang memeluk Anjing, Akun FB resmi beliau sudah dinonaktifkan dengan URL “rosnida.sari” oleh beliau sendiri pada Senin,05/01/2015 malam (malam kemarin) takut ketahuan foto-fotonya.

Atjehcyber.com – Sungguh sangat luar biasa proses pemurtadan dan pendangkalan aqidah di Aceh yang sangat terasa dan sudah terjadi sejak tahun 2004 secara pelan-pelan, sehingga belakangan ini banyak ajaran sesat dan pemurtadan terjadi di Aceh, penyebarannya dalam berbagai bentuk, termasuk yang baru-baru ini yang dijalanksn oleh Rosnida Sari. Baca: (Mahasiswi Berjilbab Belajar Kesetaraan Perempuan di Gereja Banda Aceh)

Rosnida Sari adalah salah satu dosen di UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang juga lulusan Universitas Flinders, Australia Selatan. Praktek pemurtadan yang dilakukan oleh Rosnidar mengajarkan puluhan mahasiswi UIN Ar-Raniry Banda Aceh secara langsung di gereja Banda Aceh dalam tema “Study Gender Dalam Islam”. Kemudian, kegiatan tersebut dimuat di media Australia Plus. Baca: (Dr A Rani Usman MSi: Rosnida Sari Abaikan Manajemen Pengelolaan Akademik)

Di sisi lain, Rosnidar mengatakan bahwa seluruh upaya yang dilaksanakannya itu sebagai jembatan untuk perdamaian, ini merupakan satu bahasa yang sangat menyudutkan Islam. Islam ini sudah jelas sebagai a gama yang damai dan rahmatal lil’alamin, jadi Rosnidar jangan menjual anak-anak Aceh untuk kepentingan misi pribadi. Ini sangat kita kutuk tegas Suadi SUlaiman yang sekarang berjabat sebagai Jubir DPA Partai Aceh, melalui pers rilisnya kepada AJNN, Rabu (07/1). Baca: (Soal Kuliah ke Gereja, Rosnida Sari belum Mau Berkomentar)

“Pemerintah Aceh dan DPRA harus segera memanggil Rosnidar untuk dimintai pertanggungjawaban atas kegiatannya, selain yang bersangkutan juga harus dipanggil Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan ini bertentangan dengan Fatwa MPU Aceh Nomor 05 Tahun 2010 tentang Pendangkalan Aqidah dan Pemurtadan serta Fatwa MPU Aceh Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pemahaman, Pemikiran dan Pen gamalan yang menyimpang dari Islam,” pintanya. Baca: (UIN Jatuhi Sanksi pada Dosen Pembawa Mahasiswi ke Gereja)

Kemudia tambahnya, Pemerintah Aceh dan DPRA jangan diam terhadap apa yang dilakukan oleh Rosnidar, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh harus unjuk gigi dalam memberantas upaya-upaya seperti ini, yang berakhir pada upaya pemurtadan dan pendangkalan aqidah di Aceh, kalau ini tidak mampu dilakukan letakan saja jabatannya.

“Terutama, Dinas Syariat Islam wajib berperan aktif dalam hal ini, seb gamai tugas dan tanggungjawab yang sudah diembankan kepada instansi itu. Begitu juga pihak-pihak yang memangku kepentingan lainya,” ujarnya

lanjut Suadi, Banyaknya orang Aceh yang murtad diakibatkan oleh tidak pekanya Dinas Syariat Islam di Aceh dalam melahirkan kader-kader Aceh yang Islami dan Qurani, selama ini Dinas Syariat Islam hanya terpaku pada hal seremonial biasa.

Di sisi lain, Kepala Pemerintahan Aceh saat menempatkan Kepala Dinas Syariat Islam, harus benar-benar melihat latar belakangnya yang sesuai dengan faham, islam dan iman rakyat Aceh.

“Kapasitas seseorang itu tidak hanya ditentukan oleh sandangan gelar, tapi lebih kepada loyalisnya kepada apa yang diembannya, tak ubahnya ‘bek tajue meu-doa bak si bangsat, bek tajue beut kitan bak si buta’ (jangan kita suruh berdoa pada orang bangsat, jangan suruh baca kitab pada orang buta)”. Tuturnya.

You must be logged in to post a comment Login