stat counter Penyebab Kebakaran Bank Aceh Masih Diselidiki | Aceh Online Magazine

Penyebab Kebakaran Bank Aceh Masih Diselidiki

TIM Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut bersama tim Indonesia Autofinger Identification System (Inafis) Polda Aceh melakukan identifikasi penyebab kebakaran di Kantor Pusat Operasional Bank Aceh, Kamis (23/4). SERAMBI/M ANSHAR

TIM Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut bersama tim Indonesia Autofinger Identification System (Inafis) Polda Aceh melakukan identifikasi penyebab kebakaran di Kantor Pusat Operasional Bank Aceh, Kamis (23/4). SERAMBI/M ANSHAR

Atjehcyber.com – Sehari setelah terbakarnya Kantor Pusat Bank Aceh, Rabu (22/4), operasional dan layanan nasabah di seluruh Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Aceh berjalan normal.

Humas Bank Aceh, Amal Hasan yang ditanyai Serambi, Kamis (23/4) siang mengatakan, berdasarkan laporan dari KCP kepada mereka, semua aktivitas layanan berjalan normal seperti biasa, antrean nasabah juga masih normal. “Aktivitas transaksi baik penyetoran maupun penarikan juga masih dalam batas wajar dan normal,” ujarnya.

Pada hari pertama beroperasinya KPO Bank Aceh, Serambi juga memantau bahwa karyawan KPO Bank Aceh sudah berkantor di KCP yang ditunjuk, terutama di KCP Jeulingke Banda Aceh.

“Karyawan KPO Bank Aceh sejak tadi pagi sudah berkantor di sini. Mereka berkantor dan kembali menjalani rutinitas seperti sediakala, meski di tempat yang berbeda,” sebutnya.

Serambi juga memantau di lokasi bekas kebakaran Bank Aceh. Di sana sudah didirikan posko informasi. Pokso ini disediakan Bank Aceh sebagai tempat informasi awal bagi nasabah KPO tersebut.

Selain itu, pihak Bank Aceh juga mulai memasang baliho-baliho berisi informasi akurat tentang pelayanan bank yang dialihkan ke setiap KCP. Terkait posko informasi, menurut Amal, setiap harinya mereka akan tempatkan petugas harian yang siap melayani segala aduan masyarakat. “Kita mengimbau kembali agar para nasabah tetap tenang serta tidak perlu panik,” demikian Amal.

Sementara itu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri yang didatangkan dari Polda Sumatera Utara, kemarin langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran di Kantor Pusat Operasional Bank Aceh pada Rabu (22/4).

Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi yang ditanyai Serambi sekembali dari Takengon, Aceh Tengah, bersama Gubernur Aceh kemarin pagi mengatakan, butuh waktu tiga sampai tujuh hari bagi tim Labfor untuk mengetahui penyebab kebakaran Bank Aceh. “Namun, hasilnya bukan untuk konsumsi publik,” ujar Kapolda.

Amatan Serambi kemarin, delapan personel Labfor–empat dari Polda Aceh, dua dari Polresta Banda Aceh, dan dua dari Sumetera Utara–itu melakukan penyelidikan sekira pukul 09.30 WIB.

Kedelapan personel tersebut mengenakan pakaian Labfor yang dilengkapi beberapa alat pendukung untuk penyelidikan di dalam gedung Bank Aceh yang sudah hangus terbakar.

Anggota Puslabfor Mabes Polri Cabang Polda Sumatera Utara, Kompol Ali Akbar yang bertugas, seusai melakukan penyelidikan kemarin mengatakan, pihaknya masih melakukan identifikasi awal terhadap kejadian musibah kebakaran di kantor Bank Aceh itu.

Disebutkan, pihaknya baru mengidentifikasi arah perjalanan api. Semua bangunan yang terbakar masih dianal isis. “Kebakaran ini besar lho, jadi perlu waktu untuk mengidentifikasi semua ini,” kata Kompol Ali Akbar.

Amatan Serambi, dari pukul 09.30 hingga pukul 12.00 WIB tim Labfor melakukan identifikasi di lantai tiga dan lantai dua kantor bank yang terbakar itu. Sementara lantai satu baru diperiksa oleh tim sekira pukul 13.00 WIB setelah istirhat siang.

Saat ditanyai apakah timnya bisa cepat memberi keterangan tentang penyebab kebakaran Bank Aceh, Kompol Ali meminta kepada wartawan dan bagi direksi bank dan siapa pun agar bersabar menunggu hasil penyelidikan mereka. “Saat ini belum bisa kita simpulkan, kami mohon bersabar karena kami juga sedang bekerja untuk mengungkap hal ini,” ujarnya.

Selain penyebab kebakaran, informasi yang paling ditunggu masyarakat, direksi bank, wartawan, dan lainnya adalah tentang keberadaan ruangan penyimpanan uang dan dokumen penting milik nasabah. Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Aceh layaknya bank lain juga memiliki sebuah ruangan yang disebut khasanah atau kluis untuk penyimpanan uang dan dokumen milik nasabah.

Lantas, bagaimana keadaan ruang tersebut apakah itu aman dari amukan api atau tidak. “Ruangan itu ada di lantai satu, kita saat ini belum mengidentikasi ke situ, karena tadi baru selesai kita identifikasi di lantai dua dan tiga. Biasanya ruangan itu dilengkapi dengan lapis baja, mudah-mudahan aman,” sebut Kompol Ali Akbar.

Direktur Utama Bank Aceh, Busra Abdullah saat diwawancarai wartawan di lokasi kebakaran kemarin mengatakan, pihaknya akan memindahkan semua uang dan dokumen nasabah yang ada di dalam kluis tersebut. Namun, untuk melakukan hal tersebut pihaknya tetap harus menunggu hasil dari tim forensik terlebih dahulu. “Kita tetap harus tunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik dulu. Kita tetap akan pindahkan uang dan dokumen nanti, hingga saat ini kita pastikan uang dan dokumen nasabah aman dalam ruang itu,” ujarnya.

Busra juga mengatakan, pihak Direksi Bank Aceh akan melakukan berbagai persiapan untuk memulihkan kembali sitem kantor operasional. “Bisa jadi kita akan bangun bangunan baru atau pindah ke lokasi lain. Semua akan kita koordinasikan nanti. Keadaan darurat ini kita maksimalkan untuk tetap melayani nasabah,” ujar Busra./Serambinews.com

You must be logged in to post a comment Login